Bagaimana Mewujudkan Langkah Bersama untuk Melawan Kekerasan terhadap Perempuan?

Stop Kekerasan Pada Perempuan
(Ilustrasi)

Semarang, Idola 92.6 FM – “Setiap orang memiliki lembar pengalaman, lembar benang pembelajaran, seperti kain yang dilahirkan alat tenun.. warna tanah kemiskinan, warna kelam pengalaman, telah menjadi inspirasi bersama. Sebab, satu lembar benang.. meski benang emas sekalipun, tak akan melahirkan selembar kain. Kita harus terus bekerja sama, apa yang harus kita kerjakan harus terus kita kerjakan..”

Narasi kearifan dari Indonesia Timur itu digaungkan kembali di sela Konfrensi Perempuan Timur 2020 yang baru-baru ini digelar secara virtual. Pesan yang terkandung di dalamnya: perlu kerja keras dan langkah bersama dalam upaya keluar dari lingkaran kemiskinan, ketidakadilan, dan kesewenang-wenangan. Dalam upaya keluar dari lingkaran ketidakadilan atas nasib kaum perempuan yang masih sub ordinat, perlu kerja bersama dan terus diperjuangkan meski tanpa ujung.

forum Konfrensi Perempuan Timur 2020
Forum Konfrensi Perempuan Timur 2020.

Pada forum Konfrensi Perempuan Timur 2020, perjuangan mengatasi kekerasan terhadap perempuan menjadi salah satu fokus perhatian. Hingga saat ini, situasi kekerasan terhadap perempuan masih marak terjadi di Indonesia timur. Dari data Forum Pengada Layanan (FPL) bagi perempuan korban kekerasan, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan di timur sebanyak lebih dari 1.500 kasus pada 2019. Dan pada Januari hingga Juli 2020 sudah mencapai 1.000 lebih kasus.

Lantas, melihat situasi ini, bagaimana mewujudkan langkah bersama untuk melawan kekerasan terhadap Perempuan? Apa sesungguhnya pokok pangkal masih tumbuh suburnya aksi kekerasan pada perempuan?

Guna menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, radio Idola Semarang berdiskusi dengan beberapa narasumber, yakni: Pengamat Sosial Universitas Indonesia (UI), Dr Devie Rahmawati; Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah Tardi; Direktur Legal Resource Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi manusia (LRC-KJHAM), Nur Laila Hafidhoh; dan Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB, KH Maman Imanulhaq. (her)

Berikut podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaIndari Mastuti, Pendiri Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis
Artikel selanjutnyaCegah Muncul Klaster Keluarga, Dinkes Jateng Minta Masker Selalu Dipakai Meski di Rumah
Editor In Chief Radio Idola Semarang.