Dinas Kesehatan Terus Gencarkan Tes Antigen

Petugas memeriksa dokumen perjalanan pemudik
Petugas memeriksa dokumen perjalanan pemudik, di antaranya dokumen kesehatan surat bebas COVID-19 di Rest Area KM 429A.

Semarang, Idola 92,6 FM – Dinas Kesehatan Jawa Tengah terus menggencarkan tracing kepada masyarakat, lewat pemeriksaan Rapid Test Antigen tidak lagi menggunakan Rapid Test Antibodi. Bahkan, pemeriksaan tes Antigen terus digencarkan sejak awal libur Natal 2020 hingga akhir libur Tahun Baru 2021 mendatang.

Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo mengatakan tracing menggunakan Rapid Test Antigen dilakukan di sejumlah lokasi secara acak, selama masa libur Natal dan Tahun Baru. Tes Antigen dilakukan, untuk mencegah penularan COVID-19 di tengah masyarakat.

Yulianto menjelaskan, pemeriksaan dengan Rapid Test Antigen diakui akurasinya mendekati tes PCR. Sehingga, kondisi seseorang yang terpapar COVID-19 bisa diketahui lebih cepat dibanding harus PCR di laboratorium.

“Tetapi pada prinsipnya, itu bisa dilakukan nakes. Tapi kalau PCR kan harus di laboratorium yang telah berstandar. Dengan adanya Antigen, yang antibodi sudah tidak lagi dipakai kecuali untuk penataan wilayah masih memungkinkan untuk dipakai,” kata Yulianto, kemarin.

Sementara Gubernur Ganjar Pranowo menambahkan selain menggencarkan pemeriksaan dengan menggunakan Rapid Test Antigen, pihaknya juga akan membeli alat GeNose C19 buatan Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai upaya peningkatan tracing kasus COVID-19. Alat tersebut, bisa membantu survailen untuk meningkatkan tracing dengan cara yang mudah dan cepat serta murah.

Menurut Ganjar, GeNose C19 mampu melakukan pemeriksaan sekira 120 kali per hari dengan estimasi tiap pemeriksaan sekira tiga menit dan efektivitas kerja selama enam jam.

“Kita sudah komunikasi antara Dinas Kesehatan dengan UGM, sudah ada price list-nya. Dan saya kira satu unitnya bisa dipakai 100 ribu. Maka, kalau kita mau mencari target 10 juta, biayanya tidak terlalu mahal dan itu momentum. Kami akan pakai itu, agar nanti survailen bisa melakukan tracing dengan cepat. Dan itu waktunya tidak lama,” ujar Ganjar.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, apabila Pemprov Jateng sudah membeli GeNose C19 ini rencananya akan dipasang di seluruh puskesmas. Sehingga, upaya tracing dan penanganan orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 bisa lebih cepat. (Bud)

Artikel sebelumnyaRefleksi 2020 dan Tantangan 2021; Pandemi
Artikel selanjutnyaJateng Waspadai Potensi Ancaman Megathrust di Pesisir Selatan

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini