Dinkes Jateng Sebut Tujuh Pegawai Panti Lansia Dinyatakan Sembuh

Kadinkes Jateng Yulianto Prabowo saat menjawab pertanyaan wartawan secara virtual.

Semarang, Idola 92,6 FM-Dinas Kesehatan Jawa Tengah menyatakan, petugas yang bekerja di Panti Lansia Turusgede Rembang telah bekerja kembali. Hasil tes swab terakhir menyebutkan, pegawai pemprov sudah dinyatakan negatif COVID-19.

Kepala Dinkes Jateng Yulianto Prabowo mengatakan pihaknya bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, sudah melakukan pemeriksaan lanjutan berupa tes swab kepada wargan binaan dan pegawai panti lansia di Kabupaten Rembang. Warga binaan di panti lansia dinyatakan negatif COVID-19, dan yang masih positif sudah dipindah serta dirawat di rumah sakit.

Yulianto menjelaskan, pihaknya berupaya maksimal di dalam penanganan klaster penularan COVID-19 di panti lansia Rembang itu. Sehingga, penanganannya lebih optimal dan tidak menyebar ke lingkungan sekitarnya.

Menurutnya, dari hasil penanganan maksimal dan optimal itu sebanyak tujuh pegawai pemprov yang bekerja di Panti Lansia Turusgede Rembang sudah diperbolehkan pulang dengan hasil tes negatif COVID-19.

“Tujuh orang karyawan pemprov yang bekerja di panti lansia Rembang, sudah pulang dari rumah sakit. Sudah negatif juga PCR test-nya, secara klinis juga sehat. Pada prinsipnya bisa langsung kerja. Kalau kondisi fisiknya belum segara boleh istirahat dulu 2-3 hari di rumah sampai benar-benar sehat, kuat dan bisa bekerja lagi,” kata Yulianto, Jumat (3/7).

Lebih lanjut Yulianto menjelaskan, dari hasil laporan Dinkes Rembang itu ada 16 orang pegawai pemprov yang bekerja di Panti Lansia Turusgede dan sembilan orang masih dinyatakan positif COVID-19. Terhadap pegawai pemprov yang masih positif COVID-19, menjalani isolasi di Hotel Kesambi Hijau Semarang dan dalam pemantauan Dinkes Jateng.

“Nanti setelah dua pekan, kita swab lagi hasilnya bagaimana. Mudah-mudahan hasilnya sudah negatif, dan bisa kembali bekerja,” tandasnya. (Budi Aris)

Artikel sebelumnyaPemprov Minta Semua Guru Cermat Dalam Verifikasi Data Calon Siswa
Artikel selanjutnyaMengenal Adi Sarwono, Pegiat “Busa Pustaka” Bandar Lampung