Dinporapar Jateng Kehilangan 50 Persen Wisatawan Potensial Selama Pandemi

Sinoeng Rachmadi
Sinoeng Rachmadi, Kepala Dinporapar Jateng.

Semarang, Idola 92,6 FM – Dinporapar Jawa Tengah untuk sementara waktu menghentikan sejumlah agenda wisata tahunan, termasuk tiga event yang mampu menyedot wisatawan datang berkunjung. Ketiganya adalah Rally Wisata, Borobudur Art Festival dan Festival Payung Prambanan. Akibatnya, jumlah kunjungan wisatawan ke Jateng mengalami penyusutan hingga 50 persen lebih.

Kepala Dinporapar Jateng Sinoeng Rahmadi mengatakan pandemi yang terjadi sejak pertengahan Maret 2020 kemarin, memberikan dampak pada semua sektor. Bahkan, sektor pariwisata mengalami pukulan telak karena merosotnya jumlah kunjungan wisatawan ke Jateng.

Sinoeng menjelaskan, pada Januari-Maret 2020 sebenarnya sudah tercatat jumlah kunjungan wisatawan ke Jateng sebesar sembilan juta wisatawan nusantara. Sedangkan untuk wisatawan mancanegara yang saat itu tercatat, kebanyakan adalah kunjungan kerja atau MICE dan diselingi dengan mengunjungi obyek wisata terdekat dari lokasi pertemuan.

Menurutnya, Dinporapar Jateng akan memanfaatkan sisa waktu tahun ini untuk menggenjot kunjungan wisatawan nusantara.

“Antara lain rally wisata yang kemarin tertunda, kemudian ada Borobudur Art Festival dan festival payung. Tiga festival besar itu kami pending. Potensi wisatawannya sangat besar. Ini mengurangi target kami 50-60 persen dari total wisatawan yang kami target 50 juta orang tahun ini. Sehingga, di akhir tahun ini kita bisa memaksimalkan sampai 24 juta wisatawan nusantara,” kata Sinoeng, Selasa (15/9).

Lebih lanjut Sinoeng menjelaskan, pihaknya bersama kabupaten/kota di Jateng sudah sepakat untuk mengutamakan kunjungan wisatawan nusantara sampai akhir tahun. Sehingga, ditargetkan ada 24 juta wisatawan nusantara yang datang berkunjung ke Jateng.

“Target ini kami anggap realistis yakin tercapai sampai akhir tahun, dan jauh di bawah target semula yang di angka 50 juta wisatawan nusantara. Kami dongkrak lewat sport tourism, dan Dieng Culture Festival serta beberapa event milik kabupaten/kota yang diizinkan dibuka. Sehingga, tahun ini tagline kami adalah ke Jateng Aja,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaDinas Kesehatan Jateng Minta Pengelola Rumah Makan Taati Protokol Kesehatan
Artikel selanjutnyaBenarkah Demokrasi Kita Dikuasai oleh Para Cukong, Lalu, Apa yang Kita Pertukarkan?

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini