Kebijakan Belajar di Rumah Yang Cukup Panjang Harus Dibarengi Dengan Variasi Pelajaran

Belajar di rumah dampak COVID-19
Seorang ibu tengah mengajari dua anaknya yang belajar di rumah karena dampak COVID-19.

Semarang, Idola 92,6 FM – Kebijakan pemerintah yang menginstruksikan kegiatan belajar anak di rumah, sudah dimulai sejak 16 Maret 2020 kemarin. Para guru di sekolah juga mulai menyesuaikan dengan memberi pelajaran dari rumah, sepekan kemudian setelah anak dirumahkan.

Praktisi homeschooling Hanung Soekendro mengatakan cukup lamanya kegiatan belajar mengajar di rumah karena wabah virus Korona, terkadang menimbulkan kebosanan dan sifat monoton dari para siswa. Belum lagi, para orang tua yang ikut mengawasi anak-anaknya selama belajar di rumah.

Hanung menjelaskan, pola pembelajaran dalam jaringan (daring) yang diminta pemerintah lewat Kementerian Pendidikan harus bisa diterjemahkan para guru dengan bijak. Salah satunya, pemberian materi pelajaran bagi siswa agar tidak merasa monoton.

Menurutnya, para guru sekolah bisa meniru metode penbelajaran yang diterapkan pengajar homeschooling. Yakni, lebih banyak menerapkan praktik dari teori-teori yang pernah diterima di sekolah.

Metode homeschooling, juga bisa mengajak para orang tua turut berpartisipasi membantu anak-anaknya belajar di rumah.

“Karena pendidikan anak-anak lebih banyak di rumah dan lingkungan, jadi proses kegiatan belajar mengajar tetap berjalan seperti biasanya. Kalau untuk pendidikan anak, sebenarnya tidak perlu memaksa. Yang penting adalah bagaimana mood si anak itu. Saat si anak merasa suka dan merasa senang, maka materi pelajaran akan mudah kita berikan. Maka, si anak akan mudah menyerap materi pelajaran itu,” kata Hanung, Jumat (10/4).

Lebih lanjut Hanung menjelaskan, metode homeschooling bisa diterapkan bagi para guru sekolah ataupun orang tua untuk memberi materi pelajaran secara daring. Karena, pada dasarnya homeschooling maupun pendidikan formal sama.

“Karena ini situasinya luar biasa, maka metode homeschooling sangat tepat diterapkan di masa sekarang. Hanya saja, materi pelajaran yang diberikan harus disesuaikan dengan keadaan sekarang dan mengaplikasikan teori selama diterima di sekolah,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaKasus DBD di Jateng Hampir Merata di Kabupaten/kota
Artikel selanjutnyaGubernur Minta Maaf Masih Ada Warga Jateng Tolak Permakaman Jenazah COVID-19