Kemenparekraf Bantu 38 Ribu Pelaku Industri Kreatif Yang Terdampak Pandemi

Anggota Bhabinkamtibmas Polrestabes Semarang siap mengantar paket bantuan dari Kemenparekraf untuk pelaku wisata dan ekonomi kreatif

Semarang, Idola 92,6 FM-kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyerahkan bantuan kepada para pelaku wisata dan ekonomi kreatif yang terdampak COVID-19. Pendistribusian bantuan dari Kemenparekraf itu, dilakukan personel kepolisian Polda Jawa Tengah untuk dikirim ke alamat tujuan.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Kemenparekraf Rizki Handayani mengatakan tercatat ada 38 ribu lebih paket bantuan, yang akan diserahkan kepada para pelaku pariwisata dan industri ekonomi kreatif di 35 kabupaten/kota di Jateng. Bantuan paket sembako itu, diharapkan bisa meringankan beban masyarakat pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak COVID-19.

Menurutnya, sejak pandemi merebak di nusantara pada Maret 2020 kemarin itu membuat sektor pariwisata dan industri ekonomi kreatif terdampak.

Rizki menjelaskan, program bantuan ini merupakan tindak lanjut pertemuan antara Menparekraf Wishnutama dengan Kapolri Jendral Idham Aziz beberapa waktu lalu.

“Kita kerja sama dengan Dinas Pariwisata, ada Kemenpar sebagai penyelenggara dan juga kepolisian. Jadi, data-data penerima itu kami dapat dari kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Kemudian data itu diserahkan kepada kami, dan kami salurkan bantuannya,” kata Rizki.

Lebih lanjut Rizki menjelaskan, untuk proses pendistribusian dilakukan anggota Bhabinkamtibmas jajaran Polda Jateng sesuai nama dan alamat penerima.

Sementara Kepala Dinporapar Jateng Sinoeng Rachmadi menambahkan, data para penerima bantuan dari Kemenparekraf ini sudah diverifikasi jajarannya. Sebab, selama kurang lebih empat bulan ini dunia pariwisata terdampak COVID-19.

“Tetapi yang jelas, selama kurang lebih empat bulan terakhir ini sejak Maret industri pariwisata harus berhenti total. Sudah ada kurang lebih sekitar 38.600 orang yang menerima bantuan ini, dan telah terdaftar sebelumnya. Tetapi saya yakin, yang terdampak lainnya jauh lebih banyak,” ujar Sinoeng.

Lebih lanjut Sinoeng menjelaskan, para pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif di Jateng bisa segera bangkit di masa pandemi. Karena, para pelaku wisata dan ekonomi kreatif merupakan orang-orang yang bisa berpikir kreatif di tengah pandemi. (Budi Aris)

Artikel sebelumnyaTangkal COVID-19, PLN Bantu Mobil Tangki Semprot Untuk Pemkot Semarang
Artikel selanjutnyaOJK Minta Kadin dan Himbara di Jateng Saling Berkoordinasi Terkait Penempatan Dana Pemerintah Rp30 Triliun