Ngobrol Seputar Waspada Cuaca Ekstrem Jelang Puncak Musim Hujan bersama BMKG

Herizal
Herizal, Deputi Bidang Klimatologi BMKG. (Photo: Dok Pribadi)

Semarang, Idola 92.6 FM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melansir hasil pemantauan perkembangan musim hujan hingga akhir November 2020. Hasilnya menunjukkan bahwa sebanyak 61% daerah di wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan yaitu meliputi : sebagian besar Aceh, Sumatera Utara, sebagian besar Riau, Sumatera Barat, Jambi, Jakarta, sebagian besar Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, sebagian Jawa Timur, sebagian besar Bali, sebagian NTB, Flores bagian utara, Kalimantan, sebagian Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan bagian barat, Maluku Utara, sebagian Maluku, Papua Barat, dan Papua bagian utara.

Sementara itu, anomali iklim La Nina terpantau masih berlangsung di Samudera Pasifik dengan intensitas level “moderat”. Suhu muka laut Samudera Pasifik bagian tengah daerah Nino 3.4 menunjukkan anomali sebesar -1.4°C, sehingga perkembangan saat ini menunjukkan Intensitas La Nina moderat yang diprediksi akan mencapai puncaknya pada periode Januari – Maret 2021, dan kemudian akan melemah pada bulan Mei 2021.

Puncak musim hujan 2020/2021 diprediksikan untuk sebagian besar wilayah akan terjadi pada bulan Januari – Februari 2021 yang umumnya bertepatan dengan puncak Monsun Asia.

Cuaca Ekstrim
Cuaca Ekstrim. (Photo: NET)

Atas kondisi tersebut, BMKG menghimbau pihak-pihak terkait di Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, ataupun masyarakat yang tinggal di daerah yang berpotensi mendapatkan curah hujan tinggi hingga sangat tinggi, agar mewaspadai adanya ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor dan banjir bandang, serta diminta terus memonitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini dari BMKG.

Lantas, selengkapnya mengenai cuaca ekstrem jelang puncak musim hujan dan bagaimana memitigasi dampaknya? Serta, apa saja yang perlu disiapkan oleh Pemerintah baik pusat ataupun daerah terutama masyarakat agar bisa meminimalisir bencana? Berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Deputi Bidang Klimatologi, BMKG, Herizal. (yes/her)

Dengarkan podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaBawaslu Jateng Telusuri Dugaan Politik Uang di Pilkada 2020
Artikel selanjutnyaMenyongsong Vaksinasi Covid-19, Antara Harapan dan Kekhawatiran

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini