Pemprov Jateng Jadikan Puskesmas Jadi Basis Surveillance COVID-19

Rapid Test di gedung DPRD Jateng
Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan Rapid Test di gedung DPRD Jateng belum lama ini.

Semarang, Idola 92,6 FM – Pemprov Jawa Tengah menyebutkan, dari target 4.991 tes COVID-19 yang dihasilkan masih belum optimal. Penyebabnya, ada beberapa kabupaten/kota belum terlalu masif melakukan tes dan alat tes diketahui tidak kompatibel.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan pergerakan jumlah tes COVID-19 yang dilakukan di Jateng, masif fluktuatif dengan capaian tertinggi 3.700an tes. Sehingga, dengan capaian itu dianggap belum optimal dan harus terus dilakukan dorongan.

Menurutnya, pemprov terus melakukan pendistribusian alat tes kepada kabupaten/kota yang membutuhkan untuk percepatan pencapaian target tes COVID-19.

Ganjar menjelaskan, daerah-daerah yang diketahui juga masih rendah upaya pengetesan akan terus didampingi. Salah satunya Kabupaten Brebes, yang diketahui pemetaan tes COVID-19 masih rendah.

“Kemarin kita sudah nemu persoalannya. Beberapa Reagen kemarin yang diberikan kepada kita, ternyata tidak kompatibel dengan alatnya. Maka sekarang, saya minta alatnya. Terus kemudian, kita bisa mengoptimalkan. Termasuk, kita minta untuk puskesmas dijadikan basis untuk melakukan surveillance,” kata Ganjar usai menggelar rapat evaluasi penanganan COVID-19, Senin (10/8).

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo menambahkan, sampai dengan saat ini sudah ada 157.006 tes COVID-19 yang dilakukan di seluruh Jateng. Memang ditemukan banyak kendala di lapangan, termasuk rendahnya tes usap yang dilakukan di beberapa kabupaten/kota.

“Perlu ada effort atau usaha, untuk melakukan tes. Jangan terlalu optimis, percaya tidak ada. Ini namanya pandemi kok, yang namanya pandemi pasti banyak yang kena,” ujar Yulianto.

Lebih lanjut Yulianto menjelaskan, kabupaten/kota bisa lebih intensif melakukan tes ke kelompok rentan terpapar COVID-19. Mulai dari kalangan lansia, masyarakat dengan diagnosa memiliki penyakit penyerta dan ibu-ibu hamil. (Bud)

Artikel sebelumnyaPemprov Jateng Minta Kepolisian Usut Tuntas Kasus Penyerangan di Solo
Artikel selanjutnyaSeberapa Besar Kewenangan Pemerintah Pusat dalam Mendesak Kepala Daerah yang Dinilai Kurang Serius dalam Menangani Corona?