Pemprov Jateng Masifkan Edukasi Kebiasaan Baru Tanpa Pemidanaan

Gubernur Ganjar Pranowo bersama Menkes Terawan saat melakukan kunjungan kerja di Semarang

Semarang, Idola 92,6 FM-Pemprov bersama instansi lainnya di Jawa Tengah, akan memasifkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang adaptasi kebiasaan baru di tengah masa pandemi. Edukasi yang masif itu akan dilakukan tanpa adanya unsur pemidanaan, tetapi lebih pada upaya persuasif yang bisa diterima masyarakat Jateng.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan memang kesadaran masyarakat tentang adaptasi kebiasaan baru di Jateng belum cukup tinggi, dan masih dijumpai adanya orang-orang berkerumum di tempat publik tanpa memakai masker. Sehingga, perlu ada upaya edukasi dan sosialisasi yang masif tentang mengubah perilaku sosial masyarakat di dalam menjalankan protokol kesehatan.

Ganjar menjelaskan, salah satu yang akan dimaksimalkan adalah peran tokoh agama untuk bisa memberikan pemahaman dan sosialisasi kepada masyarakat. Selain itu, unsur TNI/Polri juga menjadi sangat penting dalam mendisiplinkan masyarakat mentaati protokol kesehatan tanpa harus diberi ancaman pemidanaan.

“Kita mau masifkan sosialisasi masyarakat, dan optimalisasi fungsi Jogo Tonggo biar sosialisasinya bisa berjalan. Kayaknya lebih baik mengedukasi masyarakat dengan cara memberikan re-enforcement atau penguatan terhadap cerita sukses daripada melakukan pemidanaan,” kata Ganjar, Selasa (28/7).

Sementara itu Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menambahkan, jajarannya akan membantu pemerintah daerah dalam mendisiplinkan masyarakat tentang adaptasi kebiasaan baru.

Menurutnya, perilaku masyarakat yang kurang peduli terhadap protokol kesehatan harus diubah.

“Membiasakan adaptasi kehidupan baru. Ke mana-mana pakai masker. Kita tidak tahu, virus Korona ini menempel kepada siapa dan sampai kapan. Kita tidak tahu, virus Korona ini ada di mana. Oleh karena itu, bapak dan ibu kalau berkumpul minimal jaga jarak,” ujar kapolda.

Lebih lanjut kapolda menjelaskan, masyarakat yang memang membutuhkan masker dan tidak bisa membeli bisa mendatangi kantor polisi atau TNI setempat. Jajarannya akan dengan senang hati, memberikan masker kepada masyarakat yang membutuhkan. (Budi Aris)

Artikel sebelumnyaNasib PLN di Ujung Tanduk, Mungkinkah Ini Menjadi Momentum Menderegulasi Listrik Nasional?
Artikel selanjutnyaJateng Butuh Tambahan 20 Tenaga Laboratorium COVID-19