Pemprov Jateng Minta Kota Semarang Bicara Dengan Kendal dan Demak Jika Akan Terapkan PSBB

Ilustrasi PSBB

Semarang, Idola 92,6 FM – Pemprov Jawa Tengah sudah berkomunikasi dengan Pemkot Semarang, terkait penanganan COVID-19 dan peningkatan kasus positif virus Korona. Karena, hal itu juga berkaitan dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam upaya menekan persebaran virus Korona.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan pihaknya sudah meminta kepada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, untuk menghitung kekuatan logistik dan menyesuaikan keamanan bagi masyarakat.

Ganjar menjelaskan, Pemkot Semarang harus menghitung semua yang disiapkan dan dibutuhkan jika akan menerapkan PSBB. Mulai dari moda transportasi, hingga layanan publik lainnya.

Menurutnya, penerapan PSBB bukan satu-satunya jalan yang diajukan pemprov ke Pemkot Semarang. Karena, yang penting adalah masyarakatnya bisa mematuhi imbauan physical distancing dan selalu memakai masker jika aktivitas di luar rumah.

“Beberapa daerah yang memang terjadi peningkatan yang tinggi, sudah disiapkan. Pak wali kota Semarang umpama sudah komunikasi dengan kami, dan sudah berhitung. Beliau juga punya usulan yang bagus dan kreatif, agar bicara dengan daerah sekitarnya. Khususnya Demak dan Kendal, sehingga kalau harus dilakukan PSBB, maka beberapa tempat itu harus ikut melakukan. Meskipun, tidak semua areal. Sama seperti yang di Jabodetabek,” kata Ganjar, Selasa (21/4).

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, PSBB bisa diterapkan di suatu wilayah jika ada peningkatan tren kasus positif virus Korona.

“Semarang itu jumlah kasus positifnya sudah mencapai 128 orang, atau 36,4 persen dari total kasus positif di Jawa Tengah,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaPemprov Jateng Dukung Keputusan Larangan Mudik
Artikel selanjutnyaKetika Mudik Dilarang, Bagaimana Memastikan Kebijakan itu Berjalan Efektif?