Pemprov  Minta Ada Petugas Khusus Yang Operasi Rutin di Pasar Tradisional

Gubernur Ganjar Pranowo melihat aktivitas pedagang di Pasar Karangayu.

Semarang, Idola 92,6 FM-Pemprov Jawa Tengah menginstruksikan kepada seluruh pemkab/pemkot, untuk memantau pergerakan pedagang dan pengunjung di pasar tradisional guna memutus rantai penularan COVID-19. Hal itu didasari temuan langsung Gubernur Ganjar Pranowo di Pasar Mangkang Semarang, karena didapati banyak orang tidak memakai masker dan tidak adanya pengaturan jarak pedagang.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan protokol kesehatan harus bisa dipatuhi, baik pedagang ataupun pembeli yang berada di pasar. Karena, beberapa temuan klaster baru penularan COVID-19 muncul dari pasar.

Ganjar menjelaskan, pemkab/pemkot harus tegas di dalam mengatur jarak di antara para pedagang yang berjualan. Sehingga, tidak sampai berdempetan dan terlihat semrawut.

Selain itu, di pasar juga perlu adanya operasi rutin dari petugas untuk terus mengingatkan tentang protokol kesehatan.

“Kelihatannya perilaku mereka mesti kita kontrol, agar ada yang jaga. Umpama, yang mau masuk sekarang dicek dan mesti pakai masker serta mencuci tangan. Itu harus ada yang jaga, setelah itu patroli. Patrolinya bagaimana? Kalau ada yang tidak pas atau tidak sesuai dengan kotaknya harus digeser. Kalau itu dilakukan terus menerus, harapan kita itu akan mengubah perilaku. Ini kan tujuan kita, mau mengubah perilaku. Sehingga, mereka akan sadar dan taat,” kata Ganjar, Sabtu (13/6).

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, penataan pasar-pasar tradisional di 35 kabupaten/kota di Jateng jangan menunggu sampai ada temuan COVID-19. Penataan bisa dilakukan di semua daerah, untuk mencegah terjadinya penyebaran virus Korona.

“Ini pekerjaan yang tidak mudah, karena harus telaten. Momentum ini harus dimaksimalkan, agar nantinya saat ada norma baru sudah siap semuanya,” pungkasnya. (Budi Aris)

Artikel sebelumnyaAsosiasi Pedagang Bandungan Buat Aplikasi Penjualan Sayuran Secara Online Siasati Keadaan  
Artikel selanjutnyaAksi Sosial Budhi Hermanto, Bersama Para Penjahit Rumahan Produksi APD