Presiden Jokowi Pesan Kepada Kepala Daerah Bisa Kendalikan Krisis Ekonomi dan Kesehatan

Presiden Joko Widodo melakukan virtual meeting di Gedung Gradhika Bhakti Praja

Semarang, Idola 92,6 FM-Presiden Joko Widodo memberi penekanan kepada seluruh bupati/wali kota di Jawa Tengah, untuk bisa mengendalikan krisis ekonomi dan menekan penyebaran COVID-19. Pernyataan itu dikatakannya di sela menggelar virtual meeting di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Selasa (30/6).

Presiden Jokowi mengatakan ancaman COVID-19 belum berakhir, dan ancamannya masih tinggi. Bahkan, kondisinya juga masih bisa berubah setiap saat dan sangat dinamis.

Jokowi menjelaskan, semua bupati/wali kota di Jawa Tengah harus bisa mengatur penularan dan penyebaran COVID-19 di tengah masyarakat. Jangan sampai, mengambil kebijakan yang melonggarkan tanpa sebuah kendali.

Menurutnya, kepala daerah jangan berpikiran memulihkan ekonomi terlebih dulu tanpa mengendalikan COVID-19.

“Kita harus menjaga jangan sampai muncul gelombang kedua, karena yang kita hadapi ini adalah bukan hanya urusan krisis kesehatan tapi juga masalah ekonomi. Karena, kalau kita yang lihat sekarang ini yang namanya demand, supply dan produksi terganggu. Inilah yang harus hati-hati, bagaimana mengelola dan memanajemen krisis ini agar urusan kesehatan dan ekonomi bisa berjalan beriringan,” kata Jokowi.

Lebih lanjut Jokowi menjelaskan, bukan hanya Indonesia yang menghadapi situasi buruk soal krisis ekonomi dan kesehatan. Tetapi semua negara di dunia, juga mengalami kontraksi ekonomi.

“Ekonomi dunia terkontraksi -6 sampai -7,6 persen. Artinya, ekonomi global sudah masuk resesi,” tandasnya. (Budi Aris)

Artikel sebelumnyaPandemi Covid-19, Dapatkah Menjadi Momentum Mewujudkan Kemandirian Riset dan Inovasi?
Artikel selanjutnyaJokowi Minta Jangan Tergesa Sambut New Normal