SMKN 1 Temanggung Hanya Buka Enam Rombel di Simulasi Uji Coba Sekolah Tatap Muka

Siswi SMKN 1 Temanggung mencuci tangan
Seorang siswi SMKN 1 Temanggung mencuci tangan sebelum mengikuti pelajaran praktikum.

Semarang, Idola 92,6 FM – SMKN 1 Temanggung menjadi satu dari tujuh sekolah jenjang SMA/SMK di Jawa Tengah yang dipilih, untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Pihak SMKN 1 Temanggung hanya membuka enam rombongan belajar (rombel), dan satu rombel berisi 12 siswa.

Kepala SMKN 1 Temanggung Tri Setya Budi mengatakan jumlah peserta didiknya saat ini 2.131 siswa, dan selama masa pandemi menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring. Namun, khusus untuk simulasi uji coba pembelajaran tatap muka hanya tiga persen saja atau 72 siswa yang bisa mengikuti pelajaran di sekolah.

Tri Setya menjelaskan, setiap siswa yang mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah diminta mengisi semacam formulir keterangan kesehatan pribadi. Tujuannya, untuk mengetahui risiko penularan COVID-19 dari kategori ringan, sedang hingga berat.

Menurutnya, yang diperbolehkan masuk sekolah dan mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka adalah berisiko ringan dan sedang saja.

“Mengenai peserta didik yang hadir di sekolah, sementara kami batasi hanya 12 anak tiap rombel. Ada enam rombel yang dibuka, jadi total ada 72 anak saja dari 2.131 anak secara keseluruhan. Untuk yang lain, kita layani pembelajaran jarak jauh secara online. Nanti bertahap mana kala simulasi ini berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan, secara bertahap nanti kita lakukan penambahan,” kata Tri Setya, kemarin.

Lebih lanjut Tri Setya menjelaskan, untuk materi pembelajaran tatap muka dilakukan mulai pukul 08.00-11.00 WIB. Sedangkan pelajarannya, kebanyakan adalah praktikum.

“Di lingkungan sekolah kami buat pola untuk pergerakan siswa. Ada jalur khusus bagi pejalan kaki dengan pewarnaan khusus, sehingga siswa bisa menjaga jarak dan tidak papasan. Kami buat pos pantau, untuk memantau pergerakan siswa,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaBorobudur Marathon 2020 Tetap Digelar Dengan Konsep Berbeda
Artikel selanjutnyaMengapa Tren Calon Tunggal Lawan Kotak Kosong Terus Meningkat dalam Pemilihan Kepala Daerah?