Transaksi Uang Elektronik di Jateng Turun 25,5 Persen Pada Mei 2020

Soekowardojo, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng

Semarang, Idola 92,6 FM-Selama masa pandemi COVID-19 yang terjadi, volume transaksi uang elektronik mengalami pasang surut. Penurunan transaksi uang elektronik di Jateng paling besar terjadi pada Mei 2020, yakni 25,51 persen.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng Soekowardojo mengatakan selama masa pandemi berlangsung, tidak terjadi peningkatan transaksi uang elektronik secara masif. Bahkan, volumenya mengalami pasang surut dan turun pada Mei 2020 dibandingkan volume transaksi uang elektronik saat bulan sebelumnya.

Soeko menjelaskan, meskipun di masa pandemi banyak orang bekerja dan beraktivitas dari rumah tidak banyak berpengaruh pada penggunaan uang elektronik. Kemungkinan besar, keengganan masyarakat untuk berbelanja secara online dari rumah juga tidak terlalu besar.

“Perkembangan transaksi uang elektronik pada Mei 2020, menunjukkan penurunan. Baik secara bulanan maupun tahunan. Transaksi uang elektronik pada Mei itu, tercatat turun 25,51 persen secara bulanan menjadi Rp857,54 miliar. Sebelumnya di April itu, nilai transaksi uang elektronik sebesar Rp1,15 triliun,” kata Soeko, Selasa (21/7).

Lebih lanjut Soeko menjelaskan, penurunan transaksi secara elektronik juga terjadi pada penggunaan kartu debit di Jateng. Yakni mengalami penurunan sebesar 13 persen pada Mei 2020.

“Kalau untuk QRIS di Jawa Tengah memang mengalami kenaikan secara bulanan, sejak berlaku 1 Januari 2020. Jumlah merchant juga mengalami penambahan, sekarang menjadi 329.127 merchant,” pungkasnya. (Budi aris)

Artikel sebelumnyaViral Karena Ramai Pemprov Perintahkan Pengelola Telomoyo Tutup Sementara
Artikel selanjutnyaAspek Kesehatan dan Ekonomi Kini dalam Satu Kendali di Tengah Pandemi , Bagaimana Menyinergikan agar Benar-benar Optimal?