Viral Karena Ramai Pemprov Perintahkan Pengelola Telomoyo Tutup Sementara

Tangkapan layar yang menggambarkan suasana obyek wisata Tekomoyo ramai didatangi wisatawan

Semarang, Idola 92,6 FM-Pemprov Jawa Tengah sudah meminta pengelola obyek wisata Telomoyo, agar sementara waktu menutup dulu dan tidak menerima kunjungan wisatawan. Hal itu buntut dari membludaknya kunjungan wisatawan ke Telomoyo, Minggu (19/7) kemarin.

Gubernur Ganjar Pranowo mengaku kaget dengan adanya video yang beredar, dan menggambarkan keriuhan di sekitar obyek wisata Telomoyo. Padahal, saat ini sedang masa pandemi COVID-19.

Ganjar menjelaskan, beredarnya video yang menggambarkan suasana di obyek wisata Puncak Telomoyo di Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang sangat disesalkan. Sebab, ribuan wisatawan itu mendatangi obyek wisata Telomoyo dan membuat kerumunan.

Oleh karena dianggap menyalahi aturan dari protokol kesehatan, maka pemprov meminta pengelola obyek wisata Puncak Telomoyo untuk sementara menutup tempat tersebut.

“Gara-gara ada yang membuat vlog negeri di atas awan, kira-kira begitulah. Pemandangannya memang bagus. Langsung direspon masyarakat, semua datang. Saya juga engga ngerti itu. Maka kemarin langsung saya kontak, saya minta tutup saja begitu. Langsung ditutup. Jadi gini, pengelola pariwisata saya sudah bicara kemarin itu butuh kontrol. Tolong njenengan kalau mau di-on-kan, izin dulu. Karena masyarakat posisi seperti ini apa yang beredar di medsos itu menjadi menarik. Orang pengen datang,” kata Ganjar, Selasa (21/7).

Ganjar meminta kepada para pengelola obyek wisata, agar bisa mengatur jumlah pengunjung dalam satu pintu khusus. Sehingga, juga bisa untuk melakukan pembatasan kapasitas pengunjung.

“Protokol kesehatannya harus disiapkan, dan dipatuhi semua pengunjung. Para bupati/wali kota mesti bisa menjaga di daerahnya masing-masing, dan kalau ada pengelola wisata mau buka izin dulu,” tandasnya. (Budi Aris)

Artikel sebelumnyaPemprov Jateng Target Tes COVID-19 Sebanyak 4.991 Tes per Hari
Artikel selanjutnyaTransaksi Uang Elektronik di Jateng Turun 25,5 Persen Pada Mei 2020