Ulama Jateng Sepakat Gerakan Jihad Lewat Medsos

Konsep jihad kebangsaan
Salah satu ulama memaparkan konsep jihad kebangsaan yang akan digaungkan lewat media sosial.

Semarang, Idola 92,6 FM – Sejumlah ulama dan tokoh pendidikan di Jawa Tengah sepakat menjalin kebersamaan, untuk menggaungkan jihad kebangsaan melalui jaringan daring media sosial. Lewat medsos, pesan soal kebangsaan akan terus disuarakan guna menangkal paham radikalisme.

Mantan Ketua PWNU Jateng KH Muhammad Adnan mengatakan dalam upaya menangkal dan mencegah paham radikalisme, dibutuhkan adanya gerakan jihad lewat media sosial (medsos). Karena, paham radikalisme saat ini juga marak disebarkan lewat dunia medsos.

Menurutnya, jalan satu-satunya untuk melawan adalah melalui jihad di medsos.

Adnan menjelaskan, jihad bukan dimaknai sebagai perang tetapi upaya menanamkan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil’alamin. Salah satunya, menyampaikan pesan bahwa Islam bukan agama yang menakutkan dan sumber konflik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Ini bagaimana kita melangkah untuk melakukan jihad kebangsaan. Kiai dan akademisi akan memberikan pesan-pesan singkat, dan nanti akan dishare ke masyarakat. Dan itu mungkin tidak hanya sehari, tapi terus menerus. Kita akan bentuk tim untuk merumuskan, terutama apa yang sekarang ini sedang kita hadapi,” kata Adnan, kemarin.

Sementara Gubernur Ganjar Pranowo mengaku mendukung upaya jihad melawan paham radikalisme lewat medsos. Pemprov juga siap membantu narasi di medsos, dalam upaya menyebarkan kebaikan dan melawan paham radikalisme.

Menurut Ganjar, ide dan pemikiran para ulama di Jateng sangat dibutuhkan untuk menyebarkan paham-paham yang menyejukkan sesuai kondisi saat ini.

“Pola komunikasinya tadi juga sudah dipikirkan, sehingga kontennya disiapkan dari romo dan kiai. Sementara metodologinya dari kampus. Sehingga, minimal dari Jawa Tengah kita berupaya mengirimkan pesan moderasi,” ujar Ganjar.

Lebih lanjut Ganjar berharap, lewat pola komunikasi yang dibangun di medsos itu bisa berhasil untuk menangkal paham radikalisme. Sebab, nilai-nilai kebaikan itu akan sangat penting untuk membentengi generasi muda dari paparan paham radikalisme. (Bud)

Artikel sebelumnyaEks Napiter Bersama Warga Bangetayu Kulon Kembangkan Budidaya Lele
Artikel selanjutnyaKonsumsi BBM Naik 400% Selama Libur Natal