Eks Napiter Bersama Warga Bangetayu Kulon Kembangkan Budidaya Lele

Sri Pujimulyo, seorang eks napiter
Sri Pujimulyo, seorang eks napiter menjelaskan soal budidaya ikan lele di Bangetayu Kulon.

Semarang, Idola 92,6 FM – Lewat budidaya lele, eks napi teroris bersama warga Bangetayu Kulon saling membantu meningkatkan perekonomian. Bahkan, dari budidaya lele itu akan dikembangkan menjadi rumah makan kuliner khas yang menyajikan lele sawah.

Salah satu eks napi teroris yang tinggal di Sumur Adem Kelurahan Bangetayu Kulon, Kecamatan Genuk Sri Pujimulyo Siswanto bersama warga mengembangkan budidaya lele. Tidak hanya Sri Puji, anggota Yayasan Persadani yang menaungi para napi eks teroris juga ikut terlibat dalam budidaya ikan lele.

Memanfaatkan lahan milik warga, Sri Puji bersama rekan lainnya dan dibantu warga mencoba budidaya ikan lele. Bahkan, tidak hanya budidaya ikan lele saja yang dikembangkan tetapi membuat rumah makan dengan menu lele di tengah sawah.

Sri Puji mengatakan inisiatif budidaya ikan lele sudah dimulai sejak 2019, dan saat itu ditabur benih 7.500an lele serta telah menikmati satu kali panen. Panen pertama tidak dijual, tetapi dibagikan kepada masyarakat dan eks napi teroris yang ikut membantu.

Menurutnya, pada panen kedua ini akan digunakan sebagai bahan baku menu membuka rumah makan di tengah sawah yang menyajikan kuliner aneka lele.

“Panen yang kedua ini nanti memang rencananya mau itu, buka kuliner lele sawah. Kemarin kita tabur sekitar 7.500 benih lele. Panen kedua diperkirakan tahun baru, bulan Januari besok,” kata Sri Puji, kemarin.

Sri Pujimulyo Siswanto, salah satu eks napi teroris:

Sementara Ketua RT setempat Hendi Kartika menjelaskan, warga sangat mendukung kegiatan yang dilakukan napi eks teroris untuk meningkatkan perekonomian warga. Pihaknya juga ikut membantu napi eks teroris yang tergabung di Yayasan Persadani, dalam upaya mengembalikan kepercayaan kepada masyarakat.

“Itu memang kita dekati, dalam arti biar bisa membaur dengan masyarakat. Jadi, tidak ada tendensi yang lain-lain. Yang penting caranya bagaimana untuk bisa mempersatukan lagi, dengan warga kita. Memang banyak kendala. Setelah adanya Persadani masuk wilayah kami dengan mengadakan kegiatan yang positif ini, kami memberi dukungan,” ujar Hendi.

Lebih lanjut Hendi menjelaskan, masyarakat di Bangetayu Kulon bersama napi eks teroris yang tergabung di Yayasan Persadani sudah membaur dan saling bekerja sama. (Bud)

Artikel sebelumnyaCegah Terorisme, Kesbangpol Jateng Terus Galakkan Program Deradikalisasi
Artikel selanjutnyaUlama Jateng Sepakat Gerakan Jihad Lewat Medsos

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini