Cegah Terorisme, Kesbangpol Jateng Terus Galakkan Program Deradikalisasi

Haerudin, Kepala Kesbangpol Jateng
Haerudin, Kepala Kesbangpol Jateng

Semarang, Idola 92,6 FM – Pada era disrupsi yang beralihnya aktivitas di dunia nyata ke dunia nyata atau media sosial (medsos), menuntut ada perubahan adaptasi. Namun, perubahan adaptasi atau kebiasaan itu harus tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Kepala Kesbangpol Jawa Tengah Haerudin mengatakan terkait dengan radikalisme dan terorisme, ini ada dua upaya penanganan yang dilakukan. Yakni langkah preventif, dan kedua langkah kuratif.

Langkah preventif adalah langkah-langkah untuk melakukan pencegahan agar masyarakat tidak terlibat pada kegiatan-kegiatan yang mengarah kepada radikalisme dan terorisme. Sedang untuk langkah kuratif, dengan menggelar program deradikalisasi bagi eks napi teroris yang telah menyelesaikan masa hukuman atau pidana.

“Bagaimana caranya? Kita coba berkomunikasi dan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait, untuk memberikan fasilitas. Misalnya untuk kegiatan wira usaha, atau fasilitas yang terkait dengan proses pendidikan keagamaan yang moderat. Atau pun, yang berkaitan dengan wawasan kebangsaan. Tiga hal itu yang bisa kita lakukan, dan komunikasikan. Memang tidak mudah untuk bisa ketemu mereka saja itu tidak mudah,” kata Haerudin, kemarin.

Lebih lanjut Haerudin juga meminta masyarakat, untuk mewaspadai gerakan radikalisme sebelum menjelma menjadi paham terorisme. Yakni, menghindari sikap intoleran dan eksklusif atau membedakan diri dari masyarakat lainnya.

“Paham radikalisme masih menjadi ancaman kehidupan berbangsa dan bernegara. Dan saya kira, masyarakat kita juga sudah mulai pintar memilih mana informasi yang benar dan mana yang menyesatkan,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaRefleksi 2020 dan Tantangan 2021 di Bidang Sosial dan Kebangsaan
Artikel selanjutnyaEks Napiter Bersama Warga Bangetayu Kulon Kembangkan Budidaya Lele

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini