Bagaimana Mestinya ASEAN Membawa Myanmar Keluar dari Krisis Politik dan Kemanusiaan?

Krisis Politik Myanmar

Semarang, Idola 92.6 FM – Pertemuan para pemimpin ASEAN di Jakarta baru-baru ini diharapkan menjadi salah satu jalan untuk menyelesaikan krisis politik dan kemanusiaan di Myanmar. Sebab, kekerasan di Myanmar mengancam nasib kawasan.

Para pemimpin negara Asia Tenggarapun akhirnya bertemu dengan Panglima Tertinggi Myanmar Min Aung Hlaing dalam KTT yang digelar di Jakarta Sabtu lalu. Dalam pertemuan itu, mereka menuntut segera diakhirinya kekerasan dan dibebaskannya para tahanan politik di negara tersebut. Konsensus pun telah tercapai di antara para pemimpin negara anggota ASEAN terkait penghentian kekerasan di Myanmar oleh militer.

KTT di Jakarta baru-baru ini merupakan upaya internasional terkoordinasi pertama untuk meredakan krisis di Myanmar sejak pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi digulingkan. Kedatangan Jenderal Min Aung Hlaing di Jakarta pun sangat mengejutkan. Sebab, dalam setiap KTT ASEAN, negara tersebut biasanya hanya diwakili oleh perwira berpangkat lebih rendah atau warga sipil.

Kita ketahui, kekerasan di Myanmar sudah melampaui batas. Ada lebih dari 700 warga sipil termasuk anak-anak yang tewas akibat kekerasan militer.

Lantas, bagaimana mestinya ASEAN membawa Myanmar keluar dari krisis politik dan kemanusiaan?

Untuk memperoleh gambaran atas persoalan ini, radio Idola Semarang berdiskusi dengan narasumber Dinna Prapto Raharja atau sebelumnya akrab dipanggil Dinna Wisnu, Associate Professor bidang Hubungan Internasional Universitas Bina Nusantara Jakarta. (her/yes/ao)

Dengarkan podcast diskusinya:

Artikel sebelumnyaBelajar dari India, Upaya Apa yang Mesti Ditingkatkan dalam Antisipasi dan Penanggulangan Covid-19?
Artikel selanjutnyaDinas ESDM Jateng Bakal Tindak Pengeboran Sumur Liar di Grobogan

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini