Bandara Ahmad Yani Komitmen Tertib K3 dan Protokol Kesehatan

Petugas di Bandara Ahmad Yani
Petugas yang ada di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani saat meminta penumpang mengaktifkan aplikasi e-HAC.

Semarang, Idola 92,6 FM – Manajemen PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang terus berkomitmen, untuk melaksanakan tertib pada Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Bahkan, di masa pandemi ini ditambah dengan tertib pada protokol kesehatan.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang Hardi Ariyanto mengatakan dalam rangka memeringati Bulan K3 tahun ini, pihaknya melaksanakan kegiatan Operasi Tertib K3 di lingkungan bandara. Mulai dari areal terminal penumpang, terminal kargo dan gedung parkir.

Hardi menjelaskan, kegiatan Operasi Tertib K3 ini bertujuan untuk melakukan evaluasi tertib K3 terhadap seluruh kegiatan operasional penerbangan dan pelayanan di bandara. Sehingga, aktivitas di lingkungan bandara bisa berjalan aman dan sehat.

Menurutnya, selama masa pandemi ini pihaknya juga menyisipkan protokol kesehatan dalam Operasi Tertib K3 di lingkungan bandara.

“Melaksanakan kegiatan operasi tertib K3 terhadap kegiatan operasional penerbangan, dan pelayanan di bandara sehingga aktivitas penerbangan dapat berjalan dengan aman dan nyaman serta sehat. Hal-hal yang menjadi perhatian pada pelaksanaan operasi tertib K3, adalah penerapan protokol kesehatan di area bandara dan keamanan di fasilitas. Kami memastikan di bandara selalu aman, serta terus dalam penerapan K3,” kata Hardi, kemarin.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Hardi Ariyanto:

Lebih lanjut Hardi menjelaskan, selama kegiatan Operasi Tertib K3 di lingkungan bandara pihaknya juga terus memastikan dan memonitor bahwa tidak ada benda atau aktivitas yang bisa mengganggu pelayanan di bandara atau para penumpang. Sehingga, semua pihak yang berada di bandara bisa merasakan keamanan dan kenyamanan.

“Kami berharap, dengan adanya upaya-upaya sosialisasi terkait Kesehatan dan Keselamatan Kerja ini bisa meningkatkan kesadaran akan pentingnya budaya K3. Karena dengan adanya penerapan K3 yang baik di lingkungan kerja, maka pelayanan optimal bisa diberikan kepada para pengguna jasa,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaCukupkah SKB Tiga Menteri Mengakhiri Polemik Seragam Atribut Keagamaan di Dunia Pendidikan?
Artikel selanjutnyaMengenal Inovasi Sabun Antibakteri dari Daun Jarak Pagar karya Mahasiswa UNY

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini