Dinkes Jateng Sebut Ada Suplai Vaksin Berkurang

Vaksinator
Petugas vaksinator melakukan vaksinasi kepada peserta vaksin di Sentra Vaksinasi.

Semarang, Idola 92,6 FM – Dinas Kesehatan Jawa Tengah menyebut jika ada sedikit kendala, berkaitan dengan droping vaksin dari pemerintah pusat. Hal itu terkait dengan masalah embargo dari India, dan juga beberapa negara di Eropa serta Asia dan Amerika Serikat mengalami lonjakan gelombang ketiga kasus aktif COVID-19.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengatakan sebelumnya sudah dijadwalkan, antara Maret-April 2021 akan datang tambahan vaksin sebanyak 10 juta dosis. Namun, karena terjadi kendala tersebut sedikit ada penyesuaian. Pernyataan itu dikatakannya saat ditemui di kantor gubernuran, belum lama ini.

Yulianto menjelaskan, saat ini vaksin yang tersedia di dalam negeri adalah Sinovac dan AstraZeneca namun dalam jumlah terbatas. Sampai dengan saat ini, sedang dalam tahap pembicaraan antarnegara dan penjadwalan pengiriman vaksin berikutnya sudah diatur ulang.

Menurutnya, ketersediaan vaksin di dalam negeri dan yang berada di kabupaten/kota di Jateng dioptimalkan untuk para lansia dan guru dalam menyambut pembelajaran tatap muka pada Juli 2021 mendatang.

“Karena embargo yang dari India itu yang harusnya 10 juta dosis diterima Indonesia, akhirnya tidak jadi. Sehingga, teman-teman kami yang di daerah harus memahami hal ini ya. Apabila mungkin ketersediaan vaksin di kabupaten/kota sangat terbatas dan mepet mohon dimaklumi dulu,” kata Yulianto.

Yulianto Prabowo, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah:

Lebih lanjut Yulianto menjelaskan, sampai dengan saat ini progres program vaksinasi di Jateng sudah mencapai 1,3 jutaan warga yang mendapat suntikan vaksin. Baik untuk dosis pertama, maupun dosis kedua.

“Bulan puasa nanti kita tetap lakukan vaksinasi sesuai fatwa dari MUI, bahwa vaksin di bulan Ramadan itu tidak membatalkan,” jelasnya.

Diketahui, Menteri Kesehatan Budi Gunadi menyatakan jika jumlah vaksin yang ditargetkan untuk Maret-April 2021 sebanyak 30 juta dosis ternyata hanya ada 20 juta dosis. Namun pihaknya berharap, pada Mei 2021 nanti pengiriman vaksin sudah bisa normal. (Bud)

Artikel sebelumnyaOperator Telekomunikasi Tetap Jamin Jaringan Stabil Meski Sudah Uji Coba Sekolah Tatap Muka
Artikel selanjutnyaMenuju Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Transaksi Keuangan di Daerah

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini