Dinkes Sebut Kasus Konfirmasi COVID-19 di Jateng Terus Turun

Yulianto Prabowo, Kepala Dinkes Jateng.
Yulianto Prabowo, Kepala Dinkes Jateng.

Semarang, Idola 92,6 FM – Dinas Kesehatan Jawa Tengah menyatakan, saat ini sedang terjadi tren penurunan kasus konfirmasi positif COVID-19 dan 35 kabupaten/kota tidak lagi berada di zona merah. Hal itu tidak lepas dari sejumlah upaya yang telah dilakukan, mulai dari vaksinasi hingga pembatasan kegiatan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo mengatakan tren bulanan kasus COVID-19 sejak Januari 2021 mengalami penurunan menjadi 28.189 kasus dari sebelumnya 30.948 kasus per Desember 2020 kemarin. Sedangkan tren mingguan hingga pertengahan Februari 2021 juga mengalami penurunan, dari 5.530 kasus menjadi 4.721 kasus.

Yulianto menjelaskan, imbauan Jateng di rumah saja selama dua hari kemarin juga memberikan dampak positif terhadap penurunan angka kasus terkonfirmasi COVID-19. Setidaknya memberikan pengurangan mobilitas masyarakat antara 40-50 persen, di sejumlah kabupaten/kota se-Jateng.

“Kita itu kan indikatornya banyak ya. Pertama kasus baru itu memang menurun, lalu yang kedua jumlah kematian juga menurun. Kasus aktifnya juga menurun, dan angka kesembuhan meningkat. Moga-moga tren ini menjadi tren yang berkelanjutan ya,” kata Yulianto, Selasa (16/2).

Sementara itu Gubernur Ganjar Pranowo menyatakan, adanya penerapan dari kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat juga memberikan andil cukup besar. Sehingga, daerah-daerah di Jateng yang semula masuk zona merah saat ini sudah terkendalikan.

Menurut Ganjar, melalui program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro ini akan terus diupayakan penurunan kasus terkonfirmasi COVID-19.

“Sekarang tidak ada lagi zona merah, semuanya oranye tapi kuningnya belum. Makin hari kita makin menurun. Bahkan, untuk pertama kali kemarin saya dilapori yang terkonfirmasi sudah menurun juga. Yang biasanya panahnya merah-merah naik, ini sudah ada dua hijau yang menurun,” ujar Ganjar.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, program penanganan di level mikro zonasi dilakukan dengan penguatan di seluruh puskesmas dan optimalisasi program Jogo Tonggo. Sehingga, upaya menekan dan meminimalkan penularan COVID-19 bisa berhasil. (Bud)

Artikel sebelumnyaBagaimana Mengembangkan Talenta untuk Mengimbangi Kemajuan Teknologi?
Artikel selanjutnyaKelenteng Tay Kak Sie Gelar Ritual Tao Pekong