Gegara Pandemi, Harga Properti Residensial di Jateng Tumbuh Terbatas

Firdauz Muttaqin
Firdauz Muttaqin, Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Jateng.

Semarang, Idola 92,6 FM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah mencatat, harga properti residensial tumbuh melambat pada triwulan II/2021. Harga properti tipe rumah kecil dan menengah, mengalami perlambatan dari masing-masing 0,69 persen dan 0,33 persen.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Jateng Firdauz Muttaqin mengatakan meskipun pada sektor rumah tipe kecil dan menengah mengalami perlambatan pertumbuhan, tetapi untuk harga sektor properti tipe besar cenderung stabil antara triwulan pertama dengan kedua. Pernyataan itu dikatakannya secara virtual, kemarin.

Firdauz menjelaskan, peningkatan harga properti residensial pada triwulan kedua tumbuh terbatas karena penjualan properti terhambat pandemi COVID-19. Kondisi ini akan berpengaruh pada triwulan ketiga, yang diprediksi juga mengalami perlambatan.

Menurutnya, pada triwulan ketiga diperkirakan tumbuh hanya 0,68 persen year on year.

“Harga properti residensial di pasar primer, pada triwulan II/2021 tumbuh melambat. Hal ini tecermin dari indeks harga properti residensial, pada triwulan II tumbuh 0,17 persen lebih rendah dari triwulan sebelumnya sebesar 0,39 persen. Secara tahunan, terpantau tumbuh terbatas sebesar 0,83 persen year on year yang relatif sama dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 0,8 persen. Peningkatan harga properti residensial yang relatif terbatas tersebut, disebabkan oleh harga properti residensial yang terhambat akibat pandemi COVID-19,” kata Firdauz.

Firdauz Muttaqin, Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Jateng:

Lebih lanjut Firdauz menjelaskan, ditinjau dari sisi pembiayaan maka KPR pada triwulan kedua 2021 yang disalurkan bank umum di Jateng justru meningkat dibanding triwulan pertama 2021. Yakni, dari Rp24,64 triliun menjadi Rp25,13 triliun.

“Penyaluran KPR pada triwulan laporan tumbuh sebesar 4,62 persen atau meningkat dari triwulan pertama sebesar 2,21 persen. Sedangkan kualitas KPR yang tecermin dari rasio kredit bermasalah, mengalami peningkatan 2,18 persen dari sebelumnya 1,94 persen,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaPublic Expose Jadi Wadah Perusahaan Tercatat Laporkan Kinerja Tahunan
Artikel selanjutnyaIni Pesan Epidemiolog Soal Kondisi Saat Sekarang

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini