Mendikbud: Pengembangan Borobudur Tak Boleh Hilangkan Unsur Budaya dan Historis

Mendikbud Nadiem Makarim
Mendikbud Nadiem Makarim (kanan) saat berdialog dengan Gubernur Ganjar Pranowo ketika berkunjung ke kawasan Candi Borobudur, belum lama ini.

Semarang, Idola 92,6 FM – Penataan dari kawasan Candi Borobudur, akan menginduk dari rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan tidak menghilangkan unsur budaya serta historisnya. Oleh karena itu, Mendikbud Nadiem Makarim meminta semua pihak bisa mendukung penataan kawasan Candi Borobudur.

Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan penataan dari kawasan Candi Borobudur, melingkupi semua zona di wilayah konservasi budaya. Sebab, penataan kawasan Candi Borobudur menjadi salah satu super prioritas pariwisata di Indonesia. Pernyataan itu dikatakannya usai mengunjungi Candi Borobudur, belum lama ini.

Nadiem menjelaskan, pengembangan kawasan Candi Borobudur juga harus menyeimbangkan peningkatan kualitas wisata. Sehingga, wisatawan yang berkunjung ke kawasan Candi Borobudur tetap bisa mengetahui budaya dan sejarahnya.

Menurut Nadiem, perguruan tinggi juga bisa dilibatkan dalam pengembangan kawasan Candi Borobudur. Sebab, kalangan perguruan tinggi juga ada yang memiliki jurusan konservasi dan sejenisnya.

“Rencana kami adalah untuk melakukan berbagai macam pengembangan, tetapi tanpa menghilangkan unsur budaya dan unsur historis dari Candi Borobudur. Juga meningkatkan kualitas pariwisata dengan kualitas yang lebih baik, tetapi juga tidak meninggalkan unsur budaya malah menguatkan unsur budaya dan unsur historisnya. Maka dari sinilah pelestarian lebih terintegrasi dan memastikan bahwa unsur budaya dan sejarah ada di setiap kalender aktivitas di seluruh zona Candi Borobudur,” kata Nadiem.

Lebih lanjut Nadiem menjelaskan, pihaknya juga akan melakukan revitalisasi tata kelola kawasan Candi Borobudur menjadi kawasan cagar budaya berkelas dunia.

“Misi yang akan dicapai dua hingga tiga tahun ke depan, salah satunya mengembangkan dan menguatkan narasi hebat tentang Candi Borobudur sesuai Outstanding Universal Value dan budaya yang melingkupinya,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaBI Jateng Petakan Gangguan Stok Pangan Karena Anomali Cuaca
Artikel selanjutnyaSekolah Menengah di Salatiga Bersiap Gelar Sekolah Tatap Muka