Mengenal Achmad Subagio, Profesor Muda Pejuang Singkong dari Universitas Jember

Prof. Achmad Subagio
Prof. Achmad Subagio, Pejuang Singkong dari Universitas Jember. (photo dok Bagio)

Semarang, Idola 92.6 FM – Sebagai akademisi yang mengenal banyak perihal dunia tanaman lokal khususnya singkong, sosok satu ini tak tinggal diam. Ia tergugah untuk lebih mendayagunakan dan memuliakan tanaman singkong.

Achmad Subagio Pengajar di Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember ini tak diam untuk menerapkan ilmunya. Dia mengejar ilmu teknologi pangan ke negeri sakura, Jepang tepatnya di Universitas Perfektur Osaka. Setelah itu, ia memperdalam teknologi pangan dan pertanian dengan mengikuti program jejaring kerja sama antar Universitas Asia-Eropa di Belanda dan Inggris. Subagio sempat mengunjungi Avebe Corp di kota Veendam, Belanda. Di sanalah, ia mengunjungi pabrik pengolahan kentang untuk menjadi pati atau tepung yang memberinya inspirasi.

Mesin pengupas singkong di Jerman
Prof. Achmad Subagio belajar membuat mesin pengupas singkong di Jerman. (photo dok Bagio)

Pada tahun 2004, Subagio menerapkan ilmu yang sudah diperoleh dan pengalaman yang dimiliki selama ini. Dia menggagas pembuatan Mocaf (Modified Cassava Flour) sebuah olahan tepung dengan bahan dasar singkong. Pada tahun 2006, Guru Besar Universitas Jember ini mulai membuat pabrik Mocaf di Trenggalek. Pabrik itu sudah mampu memproduksi ratusan ton tepung Mocaf setiap bulannya. Sayangnya, pabrik itu sempat tersendat. Kemudian, dia mendirikan pabrik di Solo yang kemudian berkembang pesat.

Instalasi pupuk cair
Prof. Achmad Subagio berada di instalasi pupuk cair yang dibangun di Nigeria. (photo dok Bagio)

Pada 2012, pria kelahiran Kediri itu dikukuhkan menjadi Guru Besar di Universitas Jember dengan pidato ilmiah berjudul Nasionalisme Pangan Untuk Kedaulatan dan Kesejahteraan Indonesia. Menurutnya, tantangan yang dihadapi saat ini adalah mengedukasi konsumen, supaya bisa menikmati singkong dan modifikasinya. Tetapi, tantangan yang paling besar yang terus diperjuangkan: kebijakan pemerintah agar mendukung pangan alternatif.

Sekolah lapang untuk petani
Prof. Achmad Subagio mengembangkan sekolah lapang untuk petani di Situbondo. (photo dok Bagio)

Kepedulian Prof Bagio untuk merawat pangan lokal seperti singkong, mengantarnya meraih penghargaan bergengsi dari Yayasan Keanekaragaman Hayati (Kehati) berupa Kehati Award VIII kategori Cipta Lestari Kehati.

Selengkapnya, mengenal upaya mengangkat potensi singkong yang dilakukan seorang akademisi di Jember Jawa Timur, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersam Achmad Subagio, Profesor Muda Pejuang Singkong dari Universitas Jember. (yes/her)

Dengarkan podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaDarurat Pendidikan Literasi Digital!
Artikel selanjutnyaDinkes Jateng Selama Puasa Tetap Jalankan Program Vaksinasi

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini