Mengenal Adhitya Herwin Dwiputra, Penggagas Gerakan Aku Petani Indonesia

Adhitya Herwin Dwiputra
Adhitya Herwin Dwiputra, Penggagas gerakan Aku Petani Indonesia. (photo dok Adhit)

Semarang, Idola 92.6 FM – Makin berjaraknya anak muda pada sektor pertanian, melecut anak muda ini membuat gerakan sosial di bidang pertanian. Melalui gerakan ini, ia ingin mendorong lebih banyak anak muda terjun ke sektor pertanian.

Sosok itu adalah Adhitya Herwin Dwiputra, penggagas Gerakan Aku Petani Indonesia. Adhit, panggilan akrabnya,membiayai kampanye gerakan itu dari uang pribadi. Namun kini, ia dan tim mencari dana kampanye lewat jualan kaus cendera mata, kerja sama dengan pihak lain dan jasa konsultasi.

Kepedulian Adhit terhadap pertanian di tanah air mendorongnya untuk terus berkampanye. Sejak tahun 2016, lewat media sosial ia mengunggah persoalan-persoalan yang dihadapi petani dan kebutuhan pangan di masa depan.

Untuk mendukung kampanye itu, Adhit menggambarkan bahwa pada tahun 2035-2045 kebutuhan pangan akan meningkat seiring dengan pertambahan penduduk. Menurut Adhit kebutuhan beras saja diperkirakan akan naik 100 juta ton. Lalu, siapa yang akan menyediakan kebutuhan pangan itu jika tidak ada regenerasi petani dari sekarang?

Inisiatif kampanye mendorong agar anak muda terjun ke sektor pertanian, mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk para senior dan dosennya di UGM Yogyakarta. Maka, pada tahun 2018, gerakan Aku Petani Indonesia mendatangi kampus-kampus yang ada di Aceh, Medan, Palembang, Banten, Bogor, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Hasilnya, daftar petani milenial yang berasal dari jaringannya semakin panjang.

Lalu sudah berapa banyak anak muda yang mendukung dan terjun ke program ini? Dan, apa saja hambatan dan tantangan gerakan ini, selengkapnya, berikut ini wawancara radio Idola Semarang dengan Adhitya Herwin Dwiputra, Penggagas gerakan Aku Petani Indonesia. (yes/ her)

Dengarkan podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaBPJS Kesehatan Ajak Peserta JKN-KIS Sukseskan Vaksinasi
Artikel selanjutnyaPembenahan Lembaga Penyelenggara Pemilu, Mendesakkah?

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini