Mengenal Aplikasi Planetarium Glass Kreasi Tim Mahasiswa Unusa

UNUSA Surabaya
Kampus Unusa Surabaya. (Photo: Google My Business)

Semarang, Idola 92.6 FM – Di tengah pandemi Covid-19, lima mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Jawa Timur membuat aplikasi planetarium glass. Planetarium glass merupakan salah satu aplikasi pembelajaran planet-planet pada saat Covid-19 dengan teknologi Augmented Reality (AR). Yang menarik, keberhasilan tersebut diraih justru usai gagal dalam ajang bergengsi sebelumnya.

Dari kegagalan dalam pekan ilmiah mahasiswa nasional atau Pimnas

itu, mereka justru meraih juara satu Lomba Nasional Kreativitas Mahasiswa atau LoKreatif 2020 yang diselenggarakan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah VII Jawa Timur.

Aplikasi planetarium glass
Devaldi Akbar Suryadi mengecek aplikasi planetarium glass. (photo dok Devaldi)

Lima mahasiswa yang meraih juara yaitu Devaldi Akbar Suryadi, Rr Fadila Kusumaning Ayu, Nur Fauziah, Zahrotul Jannah dan Tri Nadia Ningsih.

Planetarium glass merupakan salah satu aplikasi pembelajaran planet-planet pada saat Covid-19 dengan teknologi Augmented Reality (AR). Aplikasi ini berguna untuk membantu pembelajaran anak sekolah dasar tentang planet dengan bantuan aplikasi AR. Dengan demikian, saat pandemi Covid-19 seperti saat ini membuat guru lebih mudah mengenalkan pembelajaran sains.

Devaldi Akbar Suryadi bersama tim dan guru SDN Patengteng 2 Madura
Devaldi Akbar Suryadi (dua dari kanan), bersama tim dan guru SDN Patengteng 2 Madura, dalam sebuah kegiatan. (photo dok Devaldi)

Dalam aplikasi planetarium glass ke gambar akan keluar objek tiga dimensi (3D) serta penjelasan dari tiap objek. Mereka berharap, melalui aplikasi ini dapat membantu literasi anak-anak terutama pada bidang sains di Indonesia cukup memprihatinkan.

Selengkapnya, mengenal aplikasi Planetarium Glass kreasi Tim Mahasiswa Unusa, berikut ini wawancara radio Idola Semarang dengan Devaldi Akbar Suryadi, salah satu anggota tim mahasiswa Unusa, yang membuat aplikasi Planetarium Glass. (yes/her)

Dengarkan podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaDinkes Jateng Terus Monitor Efek Samping Setelah Divaksin
Artikel selanjutnyaBencana: Antara Takdir dan Ulah Kita

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini