Mengenal Iwan Gunawan, Kades Pembudidaya Kedelai Lokal asal Kuningan Jawa Barat

Iwan Gunawan, Kepala Desa Cibulan
Iwan Gunawan, Kepala Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. (Photo dok Iwan)

Semarang, Idola 92.6 FM – Sebagai kepala desa, sosok yang satu ini tak tinggal diam hanya mengemban tugas memimpin sebuah desa. Lebih dari itu, ia melihat kondisi lingkungan di sekitarnya dan kemudian mengambil tindakan.

Ia adalah Iwan Gunawan, Kepala Desa Cibulan Kecamatan Cidahu Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Ia mengajak warganya memanfaatkan lahan kritis bekas galian C untuk menanam kedelai. Walau di awal mendapat cibiran tetapi sekarang warga mulai merasakan hasilnya. Dan, hasilnya ternyata di luar dugaan. Ia berhasil mendongkrak ekonomi bagi para petani dan ratusan kepala keluarga setempat.

Lahan kedelai yang awalnya 25 hektar, kini mencapai lebih dari 100 hektar dengan produktivitas 1,4 ton per hektar. Bahkan, tahun ini, pihaknya menargetkan 300 hektar lahan kedelai dengan melibatkan sekitar 200 petani.

Hasil dari kerja keras Iwan dan warga sudah mulai terasa. Baru-baru ini, Iwan diundang kementrian Pertanian untuk menandatangani nota kesepahaman bersama Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia. Iwan diminta memasok sekitar 30 ton kedelai tahun ini. Meskipun volumenya terbilang kecil, upaya tersebut diharapkan menekan kenaikan harga kedelai di dalam negeri yang kerap tersandera pasar global.

Atas dedikasinya, beberapa prestasi pun di raih Iwan. Di antaranya Anugerah Prakarsa Jabar 2018 yang diberikan oleh Gubernur Ridwan Kamil, Desa Cibulan menjadi Juara pertama perlombaan desa tingkat Kuningan dan tingkat Jabar tahun 2019, serta juara harapan 2 tingkat nasional.

Selengkapnya, mengenai sosok kepala desa kreatif dan menggerakkan warga untuk menanam kedelai, berikut ini wawancara radio Idola Semarang dengan Iwan Gunawan, Pembudidaya Kedelai Lokal dan Kepala Desa Cibulan Kecamatan Cidahu Kabupaten Kuningan Jawa Barat. (yes/her)

Dengarkan podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaOJK Bakal Evaluasi Program Penempatan Uang Negara di Himbara
Artikel selanjutnyaMenanggapi Rencana Vaksinasi Mandiri: Bagaimana Menjaga Agar Tak Ada Monopoli dan Diskriminasi?

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini