Menyelamatkan Ikan Lokal Demi Masa Depan bersama Prof Krismono

Prof Krismono, profesor riset LIPI
Prof Krismono, profesor riset LIPI menyelamatkan ikan lokal seperti ikan sidat untuk masa depan. (photo dok Krismono)

Semarang, Idola 92.6 FM – Krismono, profesor riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tergerak hatinya untuk meneliti sekaligus menyelamatkan ikan lokal. Mengapa? Karena Ikan lokal merupakan warisan dunia yang rentan “habis” akibat ulah manusia.

Upaya penyelamatan bersama sumber daya ikan lain terus dilakukan demi menjamin masa depan manusia tetap cerah. Dengan demikian, ikan lokal tetap terus berjaya di perairan Indonesia.

Salah satu ikan lokal yang menarik peneliti di Badan Riset dan Sumber daya Manusia Kelautan Perikanan Kementerian Kelautan Dan Perikanan itu adalah Sidat. Ikan ini bernilai ekonomi tinggi karena diklaim memiliki kandungan omega 3 tinggi yang baik untuk kesehatan. Harganya mencapai Rp 150.000 per kilogram di tingkat nelayan dengan pasar utama Jepang, Korea, dan China. Bahkan, menurut Krismono, ikan sidat hasil perairan Indonesia selalu mendapat tempat di hati orang Jepang.

Prof Krismono bersama ikan sidat
Prof Krismono bersama ikan sidat dengan berat ikan sekitar 6 kg yang ditemukan pada tahun 2010. (photo dok Krismono)

Terpanggil untuk menjaga ikan lokal, Krismono memulai misi penyelamatan sidat pada tahun 2010 di Poso, Sulawesi tengah. Kala itu, populasi ikan sidat terancam punah. Padahal, Daerah Aliran Sungai Poso merupakan salah satu daerah dengan potensi besar sidat di tanah air.

Krismono yang juga Ketua Pelaksana Tim Penelitian dari Balai Riset Pemulihan Sumber Daya Ikan terus bergerak dengan misinya. Seiring berjalannya waktu, persoalan satu per satu terungkap, mengapa ikan sidat semakin sedikit jumlahnya. Mulai dari minimnya warga akan pengetahuan ikan sidat hingga akhirnya mendapat solusi.

Fish Way di PLTA Sulewana
Fish Way di PLTA Sulewana, Poso, Sulawesi Tengah. (photo dok Krismono)

Pria kelahiran Solo itu menambahkan, selain di Poso, ikan sidat juga banyak dijumpai di perairan selatan Jawa.

Selengkapnya, mengenai ancaman, masa depan, dan upaya penyelamatan ikan lokal di Indonesia, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Prof Krismono, profesor riset LIPI. (yes/her)

Dengarkan podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaPemerintah Percepat Pengembangan Kawasan Borobudur Sebagai Bali Baru di Indonesia
Artikel selanjutnyaBagaimana Mendorong Partisipasi Masyarakat Pasca-Pilkada?