Moeldoko: Subsidi Pupuk Itu Makin Tipis

Moeldoko
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menjawab pertanyaan wartawan usai bertemu petani di Desa Wonolopo Semarang, Kamis (18/11).

Semarang, Idola 92,6 FM-Kepala Staf Kepresidenan sudah memanggil direktur atau pimpinan produsen pupuk di jajaran BUMN, berkaitan dengan makin langka dan mahalnya pupuk di tingkat petani. Persoalan kelangkaan pupuk harus segera diatasi, agar petani tidak kesulitan dalam mengolah lahan pertaniannya.

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko mengatakan persoalan kelangkaan pupuk setiap tahun selalu terjadi, dan sudah merugikan petani karena tidak bisa mengolah lahan pertaniannya. Pernyataan itu dikatakannya usai melakukan dialog dengan para petani di Desa Wonolopo di Kecamatan Mijen Kota Semarang, Kamis (18/11).

Moeldoko menjelaskan, pihaknya juga telah memanggil Kementerian Pertanian untuk mencari solusi dan jalan keluar dari persoalan kelangkaan pupuk di tingkat petani. Karena, tidak hanya soal kelangkaan pupuk saja tetapi subsidi untuk petani juga semakin megecil.

Menurutnya, harus ada upaya nyata dari Kementerian Pertanian agar persentase subsidi tidak semakin mengecil.

“Sementara ini belum ada operasi pasar ya soal pupuk, tapi akan dilihat titik lemahnya didistribusinya. Itu yang paling penting. Kenapa bisa seperti ini. Apakah ada rembesan pupuk itu lari ke kebun atau bagaimana. Kita ingin jalan keluarnya yang terbaik, agar semua bisa mapan begitu,” kata Moeldoko.

Lebih lanjut Moeldoko menjelaskan, dirinya sebenarnya sudah menangkap keinginan para petani di daerah karena dirinya juga merangkap sebagai ketua umum HKTI. Yakni, petani menginginkan barang (pupuk) ada dan harganya murah.

“Petani yang tergabung di gapoktan bisa mengajukan permintaan RDKK melalui Dinas Pertanian setempat, nanti diajukan ke menteri pertanian. Gapoktan yang resmi, secara bergantian akan dapat subsidi,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaMengenal Kandidat Obat Covid-19 yang Dikembangkan Unair Surabaya
Artikel selanjutnyaHKTI Minta Ada Keseimbangan Pasar Soal Bawang Merah

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini