Wagub: Kartu Tani Jadi Upaya Pencegahan Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

Taj Yasin
Taj Yasin

Semarang, Idola 92.6 FM – Program Kartu Tani yang dikembangkan Pemprov Jawa Tengah, belum lama ini mendapat penghargaan dari Kementerian Pertanian karena mampu memberikan basis data pertanian yang lengkap. Bahkan, dengan Kartu Tani juga mampu mencegah adanya kelangkaan pupuk bersubsidi.

Wakil Gubernur Taj Yasin mengatakan melalui Kartu Tani yang dikelola pemprov, mampu mengimplementasikan penyaluran pupuk bersubsidi secara tepat sasaran. Karena, Jateng menjadi satu-satunya provinsi yang menyalurkan Kartu Tani kepada seluruh petani di 35 kabupaten/kota sasaran program Kartu Tani.

Menurutnya, dengan Kartu Tani juga bisa mencegah penyimpangan dari distribusi atau penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani di Jateng.

“Untuk pupuk, kelangkaan itu sebenarnya tidak ada. Kita ingin subsidi pupuk ini tepat sasaran. Dulu kita tahu, pupuk ini dijual bebas di toko kelontong. Akhirnya, memang ada kelangkaan. Kalaulah memang masyarakat sadar untuk ikut serta program kartu tani, supaya bisa mendapatkan langsung pupuk bersubsidi. Karena, pupuk subsidi yang membutuhkan bukan petani kecil saja tapi juga petani besar,” kata Yasin, belum lama ini.

Taj Yasin lebih lanjut menjelaskan, tingkat transaksi dari penggunaan Kartu Tani sebagai penebusan pupuk bersubsidi di Jateng cukup tinggi dibanding daerah lain. Selama periode Januari-Agustus 2019, sudah ada 119.329 transaksi dari para penerima Kartu Tani.

“Hingga saat ini, sudah ada 2,5 juta dari 2,8 juta petani di Jateng telah mendapat Kartu Tani. Saat ini, tinggal 300 ribuan petani yang belum mendapat Kartu Tani,” pungkasnya.

Dengan Kartu Tani, Pemprov Ingin Produk Hortikultura Dari Jateng Tercatat Dengan Baik

Kartu Tani
Kartu Tani

Program Kartu Tani yang diluncurkan pada era kepemimpinan Gubernur Ganjar Pranowo periode pertama, saat ini mulai bisa dirasakan hasil prositifnya. Bahkan, program Kartu Tani dari Jawa Tengah menjadi yang terbaik dari Kementerian Pertanian.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan dengan program Kartu Tani, maka perencanaan kebutuhan para petani berbasis e-RDKK bisa tercatat dengan baik. Karena, program Kartu Tani bukan hanya berbicara soal pupuk bersubsidi saja.

Menurutnya, program Kartu Tani memberikan basis data petani di Jateng secara nyata. Sebab, data pertanian dianggap penting dan menjadikan Indonesia sebagai negara swasembada pangan dunia.

Ganjar menjelaskan, Jateng memiliki data pertanian yang cukup lengkap dibanding daerah lainnya. Data dari Kartu Tani itu memuat tentang identitas petani, areal pertanian, produk yang ditanam dan sebagainya. Data-data itu dianggap penting, untuk dasar pengambilan kebijakan soal pertanian di masa mendatang.

“Seluruh logbook ditulis baik-baik. Jadi, dari satu uji coba ke uji coba lainnya. Pertumbuhannya seperti apa kita tulis. Kita yang dilatih kemudian disebar di seluruh Indonesia, ketika menanam kita catat. Sehingga, produk yang ditanam apa dan jumlahnya berapa serta kualitasnya seperti apa kita punya datanya. Maksud saya, seluruh tanaman pangan setidaknya kita bisa menyiapkan persaingan kelas dunia. Sehingga, Jawa Tengah akan bisa mendapatkan satu kualitas produk pertanian yang memang hi-quality dan kualitas ekspor,” kata Ganjar, kemarin.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, yang saat ini bisa dilihat dari proses penataan data pertanian di Jateng adalah gelaran Soropadan Agro Expo setiap tahunnya. Dari kegiatan itu, masyarakat dan juga calon pembeli bisa melihat produk pertanian berkualitas yang dihasilkan petani dari Jateng.

“Produk yang dipamerkan di Soropadan itu sudah berkualitas. Petaninya akan mendapatkan hasil pertanian yang baik, dengan nilai ekonomi tinggi,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaBelajar dari Kasus Korupsi Dana Hibah di Kemenpora, Bagaimana Membenahi Sistem Pendanaan Olahraga Kita?
Artikel selanjutnyaSambut Kongres Sampah, Pemprov Jateng Gerakkan Warga Bersihkan Sampah di Bantaran Sungai

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini