Ngobrol Taman Hutan Micro di Lampung bersama Hazman Fillin Yusron

Hazman Fillin Yusron Atsani
Hazman Fillin Yusron Atsani, Penggagas Taman Hutan Micro Desa Serbajadi Lampung. (photo dok Hazman)

Semarang, Idola 92.6 FM – Melihat banyaknya lahan dan tanah di desa yang kian banyak dilirik pengembang properti, pemuda asal Desa Serbajadi Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan Lampung tergerak. Ia tak tinggal diam.

Hazman Fillin Yusron Atsani, pemuda 22 tahun berinisiatif membuat taman hutan micro agar lahan milik keluarganya seluas 170 meter persegi tidak dilirik oleh pengembang. Karena dalam waktu lima tahun terakhir ini, tanah di desanya memang banyak dilirik oleh pengembang perumahan.

Taman Hutan Micro di Desa Serbajadi
Taman Hutan Micro di Desa Serbajadi, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. (photo dok Hazman)

Sejak kecil, Hazman—panggilan akrab Hazman Fillin Yusron, tertarik menanam berbagai jenis bibit pohon di lahan itu. Dia juga hobi menjelajah hutan dan mendaki gunung. Dua batang pohon akasia yang ditanam Sembilan tahun lalu kini tumbuh besar. Di balik pohon-pohon pelindung itulah, tonggeret bermukim. Tidak hanya itu, berbagai jenis kupu-kupu, capung, dan burung hinggap di tanaman perdu dan pohon-pohon pelindung.

Taman Hutan Micro di Desa Serbajadi
Taman Hutan Micro di Desa Serbajadi, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. (photo dok Hazman)

Seiring berjalannya waktu, pada tahun 2018, ia mulai serius mendata berbagai jenis flora dan fauna yang sudah ada di “Taman Hutan Micro”. Dari pendataan, setidaknya terdapat 14 jenis pohon keras, 11 jenis tanaman perdu, dan 8 jenis tumbuhan merambat. Untuk fauna, setidaknya ada 11 jenis burung yang sering hinggap antara lain burung jalak hitam, bubut besar, ciblek, dan pelatuk. selain itu ada 11 jenis satwa lain yang sering terlihat misalnya biawak, tupai tanah, dan bajing kelapa.

Taman Hutan Micro di Desa Serbajadi
Taman Hutan Micro di Desa Serbajadi, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. (photo dok Hazman)

Tidak hanya itu, Hazman–mahasiswa S-1 Biologi Fakultas FMIPA Universitas Terbuka ini, juga aktif mengajak anak-anak di sekitar rumahnya untuk belajar tentang keanekaragaman hayati. Sebelum Pandemi Covid-19, ia sering menawarkan kepada sejumlah guru taman kanak-kanak untuk membawa siswanya berkunjung ke taman hutan micro. Selain mengenal berbagai bentuk daun, anak-anak juga dapat melihat langsung berbagai jenis pohon dan mengenal nama latin tanaman.

Taman Hutan Micro di Desa Serbajadi
Tempat edukasi lingkungan & pengetahuan konservasi. (photo dok Hazman)

Atas kiprahnya, Hazman masuk dalam Pemuda terpilih pada program “Youth Leader Climate Crisis Camp 2020” (YLCCC) yang diprogram oleh Climate Reality Project Indonesia dan Pangan Bijak Nusantara, dan Kader Konservasi Pemuda “Wildlife Warrior” oleh Tropical Forest Conservation Action(TFCA-Sumatera) Bagian Sumatera Tengah Selatan.

Selengkapnya, mengenal Taman Hutan Micro (tempat edukasi lingkungan & pengetahuan konservasi) di Desa Serbajadi Lampung berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama penggagasnya, Hazman Fillin Yusron Atsani. (yes/her)

Dengarkan podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaKetika Pemerintah Minta Dikritik Tapi Para Pengkritik Dikriminalisasi
Artikel selanjutnya6 KK di Wologito Diungsikan Karena Talud Longsor