OJK Ingatkan Tantangan TPKAD di Jateng

Tantangan TPKAD
Kepala OJK Kantor Regional 3 Jateng-DIY Aman Santosa mengingatkan soal tantangan yang dihadapi TPKAD.

Semarang, Idola 92,6 FM – OJK Kantor Regional 3 Jawa Tengah-DIY mengingatkan kepada Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) di Jateng, terkait tantangan yang harus diatasi dalam upaya meningkatkan akses keuangan di daerah. Selain itu, juga harus membangkitkan kembali pelaku UMKM di tengah pandemi COVID-19.

Kepala OJK Kantor Regional 3 Jateng-DIY Aman Santosa mengatakan tantangan yang dihadapi TPKAD tidak hanya sekadar menjaga stabilitas perekonomian di daerah, tetapi juga ada tantangan lain dan membutuhkan kerja sama serta sinergitas dengan sejumlah stake holder terkait. Pernyataan itu dikatakannya di sela pengukuhan delapan TPKAD di Jateng, kemarin.

Menurut Aman, TPKAD yang telah dibentuk harus mampu menyusun program kerja dalam upaya menghadapi tantangan tersebut.

Aman menjelaskan, peran TPKAD yang lebih penting dan harus ditingkatkan adalah upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Sebab, masyarakat Jateng selama ini masih dalam tataran tahu tentang produk keuangan atau perbankan tetapi belum mampu memanfaatkannya.

“Dengan berbagai macam latar belakang tersebut, kami melihat beberapa isu strategis yang masih dihadapi oleh TPKAD. Yang pertama adalah tingkat literasi keuangan yang masih rendah, kemudian yang kedua dukungan dan komitmen dari pemerintah daerah yang masih perlu ditingkatkan. Saat ini keberhasilan TPKAD belum menjadi bagian dari indikator baiknya pejabat daerah atau pegawai sipil pemerintah yang ditugaskan dalam TPKAD. Padahal ini sangat penting, agar supaya akses keuangan bagi masyarakat benar-benar dapat terus ditingkatkan dan diwujudkan,” kata Aman.

Aman Santosa, Kepala OJK Kantor Regional 3 Jateng-DIY:

Lebih lanjut Aman menjelaskan, delapan TPKAD di Jateng yang baru saja dikukuhkan juga harus mampu mengakselerasikan sejumlah program kerja dalam upaya pemulihan ekonomi nasional. Beberapa program yang bisa diakselerasikan di antaranya adalah program pembiayaan murah, gerakan belanja produk UMKM dan klaster UMKM.

“TPKAD di Jawa Tengah juga harus mampu memberikan kemudahan dalam mengakses permodalan, pendampingan usaha dan pemasaran produk UMKM. Dengan kebangkitan UMKM, akan menjadi pemicu pemulihan ekonomi daerah maupun nasional,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaIbu Rumah Tangga di Banyumas Edarkan Tembakau Gorila
Artikel selanjutnyaMengenal Tradisi Bakar Batu Komunitas Muslim Suku Dani di Lembah Baliem bersama Arkeolog Hari Suroto

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini