Orang Yang Divaksin Harus Tetap Patuh 3M

Petugas vaksinator bersiap melakukan vaksinasi
Petugas vaksinator bersiap melakukan vaksinasi kepada tenaga kesehatan di Kabupaten Kendal.

Semarang, Idola 92,6 FM – Dinas Kesehatan Jawa Tengah mengingatkan kepada semua orang, apabila sudah dilakukan vaksinasi tetap harus patuh pada protokol kesehatan. Yakni tetap memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.

Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo mengatakan pihaknya mengingatkan dan mengimbau kepada masyarakat, agar tidak melupakan memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun walaupun sudah disuntik vaksin COVID-19. Sebab, penyuntikan vaksin bukan berarti semua orang bisa melepas masker dan tidak menjaga jarak.

Yulianto menjelaskan, masyarakat yang disuntik vaksin bisa saja terpapar virus Korona jika tidak patuh pada protokol kesehatan. Karena, vaksin COVID-19 bukan satu-satunya senjata untuk melawan pandemi.

“Ya bisa saja. Supaya tidak tertular atau terpapar, itu ya 3M. Pakai masker, jaga jarak dan selalu mencuci tangan dengan sabun. Jadi, walaupun divaksin kalau tidak melakukan 3M ya ketularan pasti itu. Cuma kalau sudah divaksin karena punya antibodi, maka kalau ketularan dia tidak akan menjadi sakit berat atau meninggal,” kata Yulianto, Rabu (27/1).

Sementara itu Gubernur Ganjar Pranowo mengaku optimistis, jika vaksinasi tahap pertama di Jateng bisa selesai lebih cepat. Untuk itu, diperlukan adanya dukungan dari masyarakat guna menyukseskannya.

Menurut Ganjar, persiapan dan peralatan serta pelaksanaan vaksinasi di Jateng sejauh ini masih berjalan dengan baik dan sesuai jadwal. Setiap puskesmas ditargetkan sehari bisa melakukan vaksinasi 50 orang, dan rumah sakit ditargetkan bisa 200 orang divaksin.

“Pak menkes pagi-pagi tadi WA saya, bagaimana peta vaksinasi seluruh dunia. Ternyata Tiongkok jauh lebih banyak, Indonesia sudah mulai hampir ke seluruh tempat dan pelosok di Indonesia sudah. Apa artinya, ini kita harapkan dukungan masyarakat dan kemudian profesionalitas kita yang melaksanakan sehingga bisa lebih cepat,” ujar Ganjar.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, apabila sudah tercapai 70 persen dari total penduduk tervaksin maka akan terbentuk herd community. (Bud)

Artikel sebelumnyaEkspor Non Migas Jateng Masih Surplus
Artikel selanjutnyaBMKG Sebut Banyak Sesar Aktif di Jateng Belum Teridentifikasi

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini