Panglima TNI Perintahkan 3T di Klaten Lebih Masif

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memberi arahan kepada jajaran di Kabupaten Klaten, baru-baru ini.

Semarang, Idola 92,6 FM – Panglima TNI menginstruksikan jajarannya bekerja sama dengan kepolisian dan pemerintah daerah, untuk lebih masif menggelar 3T dalam upaya menekan angka kasus positif di wilayah Kabupaten Klaten. Termasuk, mengarahkan warga terpapar untuk menjalani karantina di tempat isolasi terpusat.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan jajaran TNI/Polri bersama dengan pemerintah daerah, untuk melaksanakan testing dan tracing secara masif di Kabupaten Klaten. Nantinya, hasil dari testing dan tracing untuk dipisahkan antara isolasi terpusat atau isolasi mandiri. Pernyataan itu dikatakannya saat melakukan kunjungan kerja ke Klaten bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, kemarin.

Hadi menjelaskan, apabila upaya 3T atau testing dan tracing dilaksanakan dengan baik maka angka penularan di Klaten akan bisa ditekan. Oleh karena itu, kegiatan testing dan tracing harus dilakukan secara maksimal dan optimal tidak bisa menunda lagi.

Menurut Hadi, TNI/Polri sudah mengerahkan alat rapid test dan juga mobil PCR untuk melakukan testing dan tracing di wilayah Klaten.

“Memang saya lihat ada hal-hal yang perlu kita lakukan secara bersama dan secara spartan habis-habisan, untuk menekan kasus konfirmasi COVID-19. Kasus konfirmasi di Kabupaten Klaten harus benar-benar ditekan, sebab kasusnya masih di atas 150 pada level 4. Apabila kita bisa melaksanakan tracing kontak erat, maka akan menurunkan positivity rate-nya sesuai harapan kita di bawah 5,” kata Hadi.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menambahkan, upaya testing dan testing yang dilakukan menjadi penting untuk mengendalikan dan menekan angka kasus penularan COVID-19. Oleh karena itu, masyarakat diminta sadar dan melaporkan jika kontak erat dengan pasien positif COVID-19.

Menurut kapolri, upaya menekan dan meredam laju penularan COVID-19 di wilayah Klaten harus benar-benar bisa dimaksimalkan.

“Kalau ini tidak dilakukan mengikuti aturan protokol kesehatan dengan benar, maka risiko laju pertumbuhan COVID-19 akan kembali muncul. Saya sampaikan kepada seluruh anggota, untuk betul-betul mengawasi dan mengingatkan serta mengedukasi terkait dengan penegakan aturan protokol kesehatan,” ujar kapolri.

Lebih lanjut kapolri menjelaskan, apabila kasus COVID-19 bisa ditekan maka pemerintah akan memberikan kelonggaran-kelonggaran bagi masyarakat untuk beraktivitas. (Bud)

Artikel sebelumnyaBagaimana Menggugah Kesadaran Pemangku Kebijakan dan Warga atas Ancaman Terendamnya Sebagian Pesisir di Indonesia pada 2050?
Artikel selanjutnya4 Mal di Semarang Jadi Sentra Vaksinasi

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini