Pedagang Pasar Puri Pati Rela Pendapatan Turun Asal Prokes Dijaga

Pedagang di Pasar Puri Pati
Pedagang di Pasar Puri Pati ditata berjarak untuk mencegah kerumunan.

Semarang, Idola 92,6 FM – Pemkab Pati menerapkan aturan ketat sejak pandemi COVID-19 terjadi, dan Pasar Puri sempat ditutup guna mencegah terjadinya klaster penularan virus Korona. Yakni, dengan menata pedagang dengan jarak tertentu dan mengatur pembeli untuk tidak berkerumun di satu tempat.

Pedagang sembako di Pasar Puri, Musaikah mengatakan bahwa pasar yang setiap hari ramai saat ini lebih banyak lengang dari hiruk pikuk pembeli maupun penjual. Sebab, pemkab sudah melakukan penataan pasar lebih baik dengan jarak tertentu antara satu pedagang dengan pedagang lainnya. Hal itu dikatakannya saat ditemui di pasar, kemarin.

Namun, dirinya justru lebih senang dengan kondisi pasar yang ramai seperti dulu. Sebab, saat ini pendapatannya turun drastis.

“Ya pendapatannya enggak seperti biasanyalah. Ya segini enggak papa (diberi jarak) untuk menjaga COVID-19 lah. Pembeli sih masih tidak seperti biasa, ya separuh dari biasanya,” kata Musaikah.

Lain Musaikah lain juga tanggapan Hana, penjual tahu di Pasar Puri. Dirinya justru senang dengan penataan pasar, dalam upaya menjaga adanya kerumunan dan menerapkan protokol kesehatan.

Hana mengaku tidak masalah jika pendapatannya turun, asalkan tetap diberikan kesehatan dan keselamatan serta terhindar dari paparan virus Korona.

“Lebih enak gini (dikotak-kotak) mas. Soale nek gini pembeli leluasa, terus enggak terlalu berkerumun. Nek tiyang peken niki diarani pasrah nggih pasrah, tapi kan nggih berusaha,” ujar Hana.

Terpisah, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang turun memantau keadaan Pasar Puri mengaku senang ada penataan pasar dari Pemkab Pati. Hal itu dianggap penting, agar antara pedagang dan pembeli mendapatkan jaminan keselamatan dan kenyamanan saat beraktivitas di pasar.

“Kalau selalu berjarak dan mereka pakai masker, kegiatan ekonominya bisa berjalan. Ya mungkin kalau orang ngomong ya ini lho kebiasaan barunya seperti ini, beradaptasinya seperti ini. Jadi normalnya ya seperti ini. Sampai nanti semua divaksin dan sehat semuanya, dan COVID-19 nya bisa minggat,” ucap Ganjar.

Lebih lanjut Ganjar berharap, para pedagang maupun pembeli tetap menerapkan protokol kesehatan dan pengelola pasar selalu mengingatkan jika ada pelanggaran. (Bud)

Artikel sebelumnyaPenyelenggara Drive Thru Tes COVID-19 Harus Kantongi Izin Dinkes
Artikel selanjutnyaPengusaha Roti di Pati Jual Aset Untuk Bertahan

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini