Pemprov Ingatkan Pengelola Wisata Jaga Prokesnya

Taj Yasin, Wagub Jateng
Taj Yasin, Wagub Jateng.

Semarang, Idola 92,6 FM – Para pengelola wisata di seluruh Jawa Tengah, harus bisa menjamin keamanan dan kesehatan pengunjung dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Baik sebelum masuk, atau selama berada di kawasan obyek wisata.

Wagub Taj Yasin Maimoen mengatakan momentum libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, selalu dinantikan masyarakat untuk berlibur bersama keluarga. Namun, karena situasi yang belum membaik 100 persen harus ada pengendalian dan pengawasan. Pernyataan itu dikatakannya saat mengunjungi Eling Bening di Kabupaten Semarang, baru-baru ini.

Gus Yasin menjelaskan, pemerintah terus menggencarkan program Eling lan Ngelingke kepada masyarakat di masa pandemi COVID-19 belum mereda. Sehingga, tempat-tempat wisata harus bisa menerapkan protokol kesehatan untuk menjamin keamanan dan keselamatan serta kesehatan para pengunjung maupun pengelola tempat wisata.

Menurut Gus Yasin, para pengelola tempat wisata harus mampu menjalankan protokol kesehatan dengan baik. Mulai dari penyediaan tempat cuci tangan disertai sabun atau hand sanitizer di sejumlah titik, sampai patroli petugas untuk mengingatkan pengunjung soal jaga jarak dan selalu memakai masker.

“Jadi saya harap para pelaku pariwisata untuk saling mengingatkan. Kalau di Jawa Tengah ada program Eling lan Ngelingke, saling mengingatkan untuk melakukan protokol kesehatan. Saya kembali lagi mengingatkan, kalau mau berwisata tolong dijaga protokol kesehatannya. Kalau ada wisatawan yang tidak memakai masker, tolong diingatkan pakai maskernya,” kata Gus Yasin.

Lebih lanjut Gus Yasin menjelaskan, pemerintah tidak melarang tempat wisata buka tetapi harus benar-benar mampu menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Sebab, sektor pariwisata juga menjadi salah satu indikator ekonomi menggeliat jika masyarakat datang berkunjung.

“Namun, saya tekankan sekali lagi bahwa protokol kesehatannya jangan dilupakan. Satgas COVID-19 terus mengawasi dan memantau di tempat wisata, untuk menghindari kasus penularan,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaMembangun Kalimantan: Untuk Siapa, Kalau Prosesnya Terlihat Menyengsarakan Warganya?
Artikel selanjutnyaNepal van Java Dapat Bantuan Dua Ton Cat

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini