Pusat Studi Pendidikan Kerja Sama Dengan Pemprov Tingkatkan Mutu Pendidikan

Najelaa Shibah bertemu Gubernur Ganjar
Pendiri Sekolah Cikal Najelaa Shibah bertemu Gubernur Ganjar Pranowo membahas soal peningkatan kualitas pendidikan di Jateng.

Semarang, Idola 92,6 FM – Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan Yayasan Guru Belajar bersama Pemprov Jawa Tengah menjalin kerja sama, dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan dan kompetensi guru. Termasuk, memersiapkan pendidikan jarak jauh secara digital yang bisa diterapkan secara jangka panjang.

Pendiri Sekolah Cikal Najelaa Shibah mengatakan dirinya bertemu dengan Gubernur Ganjar Pranowo, membahas sejumlah topik tentang pendidikan di Jateng lebih maju ke depannya. Hal itu dikatakan saat ditemui di Puri Gedeh, belum lama ini.

Najelaa menjelaskan, perlu dibuat kebijakan-kebijakan dari pemerintah yang berpihak kepada anak-anak terkait dengan proses pembelajaran. Sebab, pembelajaran yang menyenangkan di sekolah dan memenuhi minat serta bakat anak tidak perlu distandarisari.

Menurutnya, dari hasil pertemuan di Gubernur Ganjar Pranowo ada respon positif yang didapat dan Jateng siap menjadi pilot project untuk peningkatan mutu pendidikan.

“Ada empat hal yang Insya Allah akan diakselerasikan. Dan kemudian dari pak gubernur untuk akses pendidikan yang lebih baik dan kualitas yang makin meningkat itu sudah nyata ditunjukkan bertahun-tahun. Peningkatan kompetensi guru, kepala sekolah dan pengawas itu akan jadi prioritas. Kemudian juga akan ada intervensi-intervensi khusus untuk pendampingan proses pembelajaran jarak jauh. Jadi, kesiapan untuk melakukan blended learning pembelajaran yang menggunakan integrasi digital itu juga akan jadi prioritas. Tentu bukan karena ,masa pandemi tetapi berkelanjutan,” kata Najelaa.

Lebih lanjut Najelaa menjelaskan, selama ini di Yayasan Guru Belajar banyak guru dari Jateng yang memiliki semangat untuk bergerak. Banyak contoh baik yang datang dari Jateng, bila dibandingkan daerah lainnya.

“Jadi modal guru penggeraknya sudah ada, karena di Jateng punya banyak guru yang senang berbagi praktik. Hanya memang belum merata di 35 kabupaten/kota dan harus banyak guru hebat di setiap kabupaten/kota di Jateng,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaBanyak Zona Merah, Dinkes Jateng Minta Daerah Perbanyak Testing
Artikel selanjutnyaDi Era Revolusi Industri 4.0, Bagaimana Menarasikan Bidang Sains-Teknologi agar Surplus Peminat?

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini