Setahun Pandemi

Bagaimana Mempercepat Vaksinasi dan Memenuhi Keyakinan Publik bahwa Pemerintah Mampu Mengatasi Pandemi?

Setahun Pandemi
(ilustrasi: BBC)

Semarang, Idola 92.6 FM – Selama setahun, Pandemi Covid-19 di Indonesia telah merenggut nyawa puluhan ribu orang. Pandemi juga menyingkap betapa masih rapuhnya bangunan layanan kesehatan kita, dan satu hal lagi bahwa dibutuhkan kerja bersama, gotong royong, dalam perang melawan Covid-19.

Kita bersyukur, terlepas dari kekurangan di sana-sini, tren kasus terkonfirmasi Covid-19 per hari di Indonesia, sejak akhir Januari, terus menurun. Namun, hal itu tak boleh membuat lengah atau kendor.. Kita masih perlu bergerak lebih cepat lagi. Apalagi, baru-baru ini Badan Kesehatan Dunia-WHO juga mengingatkan, setelah enam pekan berturut-turut mengalami penurunan secara global, pekan ini jumlah kasus Covid-19 kembali meningkat.

Di sisi lain, satu kabar baik yang patut kita syukur pula berdasarkan survei Litbang Kompas, kepercayaan publik kepada Presiden Jokowi dan pemerintah masih besar. Hal ini, tentunya menjadi modal besar untuk penanganan pandemi ke depan dan jangan sampai luntur bahkan harus terus ditingkatkan. Tren perkembangan kasus Covid-19 juga menunjukkan harapan dan optimisme.

Setahun Pandemi
(ilustrasi: tempo)

Satu hal yang terus diingatkan para juru wabah, penerapan pengetesan yang merata dan masif serta tepat sasaran di semua daerah sesuai standar WHO juga perlu menjadi perhatian. Epidemiolog menilai, upaya tes, telusur, dan tindak lanjut belum optimal dilakukan pemerintah sepanjang 12 bulan atau setahun pandemi di Indonesia.

Lantas, bagaimana mempercepat vaksinasi dan memenuhi harapan publik bahwa pemerintah mampu mengatasi Pandemi? Bagaimana mendorong kinerja Pemerintah lebih optimal dalam upaya penanggulangan Covid-19? Bagaimana pula mempercepat vaksinasi Covid-19 seiring dengan totalitas 3 T (testing, tracing, dan treatment)?

Untuk memperoleh gambaran atas persoalan ini, radio Idola Semarang berdiskusi dengan beberapa narasumber, yakni: dr. Dwi Agustian, MPH, Ph.D (Ahli Epidemiologi Universitas Padjadjaran Bandung); Syarif Hidayat (Peneliti bidang Pembangunan daerah dari LIPI); dan Dr Hermawan Saputra (Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)). (her/ andi odang)

Dengarkan podcast diskusinya:

Artikel sebelumnyaDesa Miskin Akan Terus Dilakukan Pendampingan
Artikel selanjutnyaPolda Jateng Sebut Program Vaksinasi Sudah Jalan 70 Persen

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini