Tempat Tidur ICU dan Isolasi di Jateng Lebih Dari Cukup

Yulianto Prabowo
Yulianto Prabowo, Kepala Dinkes Jateng.

Semarang, Idola 92,6 FM – Selama kegiatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak 11 Januari 2021, seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah terus menambah jumlah tempat tidur di ICU dan isolasi. Hasilnya, jumlah tempat tidur di ICU maupun isolasi di Jateng di bawah batas nasional.

Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo mengatakan instruksi dari pemprov yang mengharuskan setiap rumah sakit di kabupaten/kota untuk menambah kapasitas tempat ICU minimal 15 unit, sudah dipenuhi dan bahkan penambahannya bisa di atas 15 tempat tidur. Sedangkan beberapa daerah yang belum sampai 15 tempat tidur penambahannya, terus didorong untuk segera memenuhinya.

Yulianto juga menyebutkan, untuk keterisian tempat tidur di lokasi karantina terpusat di kabupaten/kota juga masih tersisa banyak. Bahkan, tempat karantina yang disediakan pemprov di wilayah Kabupaten Temanggung belum digunakan sama sekali.

Menurut Yulianto, beberapa tempat isolasi terpusat yang disediakan pemprov juga tingkat keterisiannya masih terbilang sedikit.

“Jadi untuk Jawa Tengah, itu kondisinya paling bagus dibandingkan dengan provinsi lain di Jawa-Bali. Itu bagus, di bawah 60 persen untuk ICU keterisiannya dan yang isolasi di bawah 70 persen. Kenapa seperti itu, karena penambahan jumlah tempat tidur ICU dan isolasi kita cukup progresif sekali,” kata Yulianto, Rabu (3/2).

Sementara itu Gubernur Ganjar Pranowo meminta kepada masyarakat, agar tidak perlu khawatir dengan ketersediaan tempat tidur ICU maupun tempat isolasi di Jateng. Sebab, seluruh rumah sakit di Jateng siap untuk merawat pasien yang terpapar COVID-19 khusus dengan gejala.

Menurutnya, meskipun kapasitas tempat tidur ICU maupun isolasi di Jateng lebih dari cukup tetapi tingkat partisipasi masyarakat untuk patuh pada protokol kesehatan juga harus semakin ditingkatkan.

“Ternyata selama PPKM, kita genjot dan minta daerah menambah tempat tidur ICU maupun isolasi. Hasilnya cukup bagus ternyata. Untuk tempat tidur ICU sekarang okupansinya 49,95 persen, karena kalau batasnya 60 persen kita masih jauh di bawahnya. Dan untuk tempat tidur isolasi kita 53,53 persen,” ujar Ganjar.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, dalam sisa waktu PPKM sepekan ini akan berakhir pihaknya berupaya menata tempat dengan potensi-potensi kerumunan masyarakat. Mulai dari pasar, pusat perbelanjaan modern hingga tempat wisata dan sebagainya. (Bud)

Artikel sebelumnyaUMKM Terdampak Pandemi Akan Ditangani Berdasar Klaster
Artikel selanjutnyaMengawal Implementasi Sekolah Penggerak-Merdeka Belajar

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini