UMKM Terdampak Pandemi Akan Ditangani Berdasar Klaster

Ema Rachmawati
Kepala Dinkop dan UMKM Jateng Ema Rachmawati mengajak pelaku UMKM bisa masuk dalam proses lelang barang dan jasa pemerintah daerah.

Semarang, Idola 92,6 FM – Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah telah melakukan pendataan dan pemetaan persoalan, yang dihadapi para pelaku UMKM selama masa pandemi COVID-19. Para pelaku UMKM yang terdampak pandemi itu, akan ditangani berdasarkan klaster untuk memudahkan pendampingan guna bangkit kembali.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jateng Ema Rachmawati mengatakan pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap pelaku UMKM mitra binaannya, yang terdampak karena pandemi COVID-19 sejak Maret 2020 kemarin. Kebanyakan pelaku UMKM mitra binaan, memiliki persoalan yang sama selama masa pandemi.

Ema menjelaskan, dari seluruh pelaku UMKM yang menjadi mitra binaannya ada sekira 35 ribu UMKM mengalami persoalan yang sama. Sebanyak 47 persen pelaku UMKM mengaku mengalami penurunan omzet, dan penurunan aset sampai 16 persen. Sementara, pelaku UMKM yang terpaksa merumahkan atau mengurangi jumlah tenaga kerjanya hampir 30 persen.

Menurutnya, sebagian besar pelaku UMKM di Jateng mengeluh tidak bisa memasarkan produknya karena daya beli masyarakat belum meningkat.

“Melalui klaster karena memang lebih banyak sasarannya. Jadi, misal klaster bambu kita ada sekian kabupaten. Kemudian klaster furnitur satu kecamatan bisa 1.500 orang. Jadi, impact-nya lebih terasa dibanding harus satu-satu,” kata Ema, kemarin.

Lebih lanjut Ema menjelaskan, untuk permasalahan permodalan tidak menjadi kendala bagi para pelaku UMKM di masa pandemi ini. Sebab, banyak kalangan perbankan yang di masa pandemi justru memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM untuk mengajukan kredit.

“Perbankan sangat banyak skemanya yang membantu pelaku UMKM, misalnya kredit super mikro Rp10 juta ke bawah,” jelasnya.

Sementara itu Gubernur Ganjar Pranowo menyatakan, pelaku UMKM di Jateng yang terdampak pandemi tetap akan diberikan solusi dan bantuan. Bahkan, dirinya setiap akhir pekan juga ikut membantu memasarkan produk pelaku UMKM di Jateng melalui media sosialnya.

“Maka kawan-kawan di setiap dinas yang di rumpun ekonomi, tadi sudah menyiapkan rencana-rencana aksi. Saya minta sampai detail. Tadi ada klaster di UMKM dan ada industri perdagangan, sehingga kita bisa dorong,” ujar Ganjar.

Ganjar lebih lanjut juga meminta kepada para pelaku UMKM di Jateng, untuk bisa memanfaatkan peluang di masa pandemi melalui jejaring media sosial. Sebab, produk-produk UMKM yang dikemas menarik di media sosial selalu ramai diserbu pembeli. (Bud)

Artikel sebelumnyaAsosiasi Pedagang Tak Setuju Jika Pasar Tutup Dua Hari
Artikel selanjutnyaTempat Tidur ICU dan Isolasi di Jateng Lebih Dari Cukup