Tren Perhiasan Emas Ikuti Gaya Pakaian Selama Pandemi

Ivan Gunawan (kanan)
Ivan Gunawan (kanan) saat mengenalkan tali masker yang terbuat dari perhiasan emas dan disesuaikan dengan situasi pandemi di pameran perhiasan di Hotel Po Semarang, Jumat (17/12) malam.

Semarang, Idola 92,6 FM – Tren perhiasan emas dan berlian pada saat sekarang ini dan di tahun depan, masih akan mengikuti cara orang berpakaian di masa pandemi COVID-19. Sehingga, banyak perancang perhiasan emas yang menyesuaikan produknya dengan penggunaan protokol kesehatan.

Fashion Designer sekaligus selebritis Ivan Gunawan mengatakan tren perhiasan emas dan berlian saat masa pandemi COVID-19 ini, tidak akan jauh berbeda dengan tren-tren sebelumnya. Namun, akan ada pembeda yang mengikuti protokol kesehatan. Pernyataan itu dikatakannya saat memamerkan perhiasan emas sebagai kalung masker di Hotel Po Semarang, Jumat (17/12) malam.

Menurut Igun, setiap orang di masa pandemi tetap menginginkan tampil trendi dan modis meskipun tetap memakai masker. Sehingga, bagi para penyuka perhiasan emas dan berlian akan melengkapi diri dengan perhiasan yang bisa dipasangkan ke masker.

Igun menjelaskan, perhiasan emas dengan bentuk tali masker yang dikenalkan itu menggunakan techno hollow. Tujuannya, agar perhiasan yang dipakai terlihat besar tetapi beratnya ringan.

“Bahwa sekarang di masa pandemi, kita selalu menggunakan masker. Yang namanya penggemar emas, rasanya rantai masker pun pengen terbuat dari emas. Kita walaupun menjaga protokol kesehatan, tapi kita tetap mentel,” kata Igun.

Sementara pemilik Toko Smas Semar Nusantara Vanya Gotama menambahkan, teknologi techno hollow membuat perhiasan emas yang terlihat besar tetapi harganya masih terjangkau bagi pecinta emas dan berlian.

Menurutnya, apabila tidak mau dipakai sebagai asesori masker bisa dijadikan kalung atau gelang. Sebab, perhiasan emas dan berlian mengikuti tren dan cara berpakaian penggunanya.

“Bahwa teknologi itu sangat memegang peran penting sekali, dalam industri perhiasan emas. Karena kita menghasilkan produk-produk emas yang cantik dan indah, tentu saja harus diimbangi dengan beratnya yang terjangkau masyarakat,” ucap Vanya.

Lebih lanjut Vanya menjelaskan, di masa pandemi saat ini mengubah banyak hal dalam membeli dan memakai perhiasan emas atau berlian. Sehingga, tren perhiasan emas akan mengikuti situasi pandemi sekarang ini. (Bud)

Artikel sebelumnyaAkhir Tahun, Industri Perhotelan di Jateng Berharap Keadaan Bisa Pulih
Artikel selanjutnyaBandara Ahmad Yani Siap Antisipasi Peningkatan Volume Penumpang Saat Nataru

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini