Tuntut Ketersediaan Pakan Tenak, Asosiasi Peternak Datangi Bulog Jateng

Aksi unjuk rasa Peternak Unggas
Perwakilan peternak unggas saat melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Bulog Jateng, Jumat (15/10).

Semarang, Idola 92,6 FM – Sejumlah perwakilan asosiasi peternak unggas Jawa Tengah mendatangi kantor Perum Bulog Wilayah Jateng, Jumat (15/10) sore. Kedatangan mereka, meminta Bulog segera menyalurkan pakan ternak berupa jagung untuk kebutuhan unggas.

Salah satu peternak unggas dari Kendal, Arif Yuliawan mengatakan para perwakilan peternak ini datang dari Kabupaten Temanggung, Batang, Kabupaten Pekalongan dan Kota Semarang meminta Bulog segera menyalurkan jagung sebagai pakan ternak. Sebab, saat ini terjadi kelangkaan jagung di lapangan dan berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha peternakannya.

Arif menjelaskan, selama ini para peternak kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pakan. Apabila tersedia jagung, harganya mahal dan cukup memberatkan bagi para peternak unggas.

Menurutnya, tuntutan kepada Bulog jelas untuk meminta pemerintah pusat segera menyalurkan jagung sebagai kebutuhan pakan ternak.

“Jagung tidak ada, jagung untuk peternak entah ke mana. Bila mana jagung di Indonesia tidak ada dan harus melakukan impor, maka impor saja,” kata Arif.

Arif Yuliawan, salah satu peternak unggas dari Kendal:

Sementara itu Wakil Pemimpin Wilayah Bulog Jateng Muhson yang menemui para pendemo menjelaskan, beberapa waktu lalu pihaknya mendapat alokasi seribu ton jagung dan sudah habis disalurkan kepada para peternak. Saat ini, posisi Bulog hanya menunggu untuk penyaluran jagung berikutnya dari pemerintah pusat.

Muhson menjelaskan, para peternak unggas membutuhkan ketersediaan pakan dan salah satu bahan bakunya adalah jagung. Sementara, harga jagung saat ini di atas Rp5 ribu per kilogram dan harganya dipandang cukup tinggi.

“Bulog tugasnya adalah kalau ada penugasan kami melaksanakannya. Kemarin kami mendapat perintah untuk menyediakan seribu ton jagung di wilayah Jawa Tengah untuk kawan-kawan peternak di Kendal dan Klaten serta di Solo. Dalam waktu tidak sampai dua minggu, kami kerja sama dengan peternak itu dan kami selesaikan penyalurannya itu. Jadi yang Jawa Tengah kami laksanakan, dan hari ini kami belum mendapatkannya,” ucap Muhson.

Lebih lanjut Muhson menjelaskan, untuk kuota kebutuhan jagung di Jateng yang dialokasikan pemerintah pusat sebanyak 12 ribu ton. Saat ini, baru terealisasi sebanyak seribu ton jagung. (Bud)

Artikel sebelumnyaOJK: Makin Marak Perusahaan Rintisan Himpun Dana di Pasar Modal
Artikel selanjutnyaKasus Covid-19 Terkendali, Pemerintah Buka Pintu Bagi Wisatawan Mancanegara dari 19 Negara ke Bali dan Kepri

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini