Kapolrestabes: Dugaan Polisi Lakukan Kekerasan Saat Amankan Aksi May Day Sudah Dilakukan Pemeriksaan

Unjuk rasa di depan kantor DPRD Jateng
Aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Jateng yang sempat diwarnai kericuhan.

Semarang, Idola 92,6 FM-Polrestabes Semarang sudah menyerahkan seorang oknum anggota Sabhara, untuk dilakukan pemeriksaan di Propam Polda Jawa Tengah.

Dugaannya, yang bersangkutan melakukan pemukulan kepada salah satu peserta aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Jateng.

Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar mengatakan aksi unjuk rasa Hari Buruh Sedunia pada 1 Mei 2024 kemarin, sebenarnya berlangsung aman pada pagi hingga siang hari atau saat gelombang pertama aksi unjuk rasa. Pernyataan itu disampaikan saat ditemui di Pos Patwal Simpang Lima, Kamis (2/5) malam.

Menurutnya, kericuhan justru terjadi pada aksi unjuk rasa gelombang kedua di depan gerbang kantor DPRD Jateng.

Yakni, berasal dari kelompok lain di luar massa buruh.

Irwan menjelaskan, ketegangan pertama bisa diamankan dan massa kembali berorasi.

Namun saat ketegangan kedua, polisi menurunkan water cannon untuk menghalau massa dan saat itulah ada satu anggota polisi yang diduga melakukan pemukulan walau sudah berusaha dicegah.

“Saat pelaksanaan, ketika di akhir dilakukan penyemprotan dengan water cannon. Kemudian ada satu personel dari Samapta Polrestabes Semarang keluar formasi diduga melakukan kekerasan fisik ke pendemo. Saat ini, anggota yang diduga melakukan pemukulan sudah dilakukan pemeriksaan untuk dilakukan tindakan hukum lebih lanjut,” kata Irwan.

Diketahui, beredar video saat aksi unjuk rasa Hari Buruh di depan kantor DPRD Jateng diwarnai kericuhan.

Bahkan, terekam video oknum polisi memukul lengan pendemo dengan menggunakan tongkat.

Saat water cannon menyembur ke arah massa dan petugas yang semula berjaga di gerbang mulai menyebar, kemudian seorang pria berbaju hitam dihampiri sejumlah polisi dan salah satunya memukulkan tongkat ke lengan kiri pria berbaju hitam. (Bud)

Artikel sebelumnyaMengenal Sony Warsono, “Penggagas” Akuntansi Matematika dari UGM Yogyakarta
Artikel selanjutnyaJateng Kolaborasi Berbagai Pihak Menuju Bebas TBC