Baksos JAT Trail Adventure Berhasil Kumpulkan Donasi Rp120 juta

Diikuti Ratusan “Petarung” Tanjakan dari Berbagai Daerah

Petarung Tanjakan
Ratusan petarung tanjakan atau offroader dari berbagai wilayah turut memeriahkan gelaran Bakti Sosial (baksos) Jelajah Alas Trisobo (JAT) Trail Adventure di Lapangan Karet Dusun Slamet Desa Meteseh Boja Kendal, Sabtu-Minggu (10-11/09). (Foto: Heri CS)

Kendal, Idola 92.6 FM – Ratusan petarung tanjakan atau rider dari berbagai wilayah turut memeriahkan gelaran Bakti Sosial (baksos) Jelajah Alas Trisobo (JAT) Trail Adventure di Lapangan Karet Dusun Slamet Desa Meteseh Boja Kendal, Sabtu-Minggu (10-11/09). Dalam acara yang diprakarsai oleh X-TAB dan Gabbul Genk itu terkumpul donasi senilai Rp120 juta. Hasil donasi ini akan digunakan untuk pengadaan Ambulance dan renovasi TPQ As Salam di Dusun Slamet.

Ketua Panitia yang juga Ketua X-TAB Korwil Meteseh Al Fatah mengatakan, kegiatan baksos JAT Trail Adventure diikuti kurang lebih 700-an rider dari berbagai komunitas/ kelompok trail di Jawa Tengah. Mulai dari Cilacap, Brebes, Banjarnegara, Temanggung, Weleri, Kudus, Semarang, Salatiga, Magelang, dan daerah lain.

Dari hasil penggalangan dana dalam baksos ini terkumpul donasi sekitar Rp120.389.000,-. Donasi berasal dari para peserta dan donatur lainnya. “Perolehan dana ini masih sementara, kemungkinan masih akan bertambah. Jumlah ini tak terkira bagi kami. Untuk itu sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih yang tak terkira pada para petarung jalanan yang dermawan. Semoga bermanfaat bagi warga yang membutuhkan,” ujar Al Fatah.

Secara umum, Al Fatah menambahkan, acara berjalan dengan lancar, semua peserta berhasil melewati jalur track yang dibuat panitia dengan aman. Baik jalur turunan, tanjakan, hingga yang ekstrem. Selain itu, tak ada peserta yang cedera. Beberapa kendaraan yang sempat mogok dan mengalami gangguan mesin dapat langsung dievakuasi tanpa banyak kendala atas kesigapan panitia di lapangan.

Baksos JAT Trail Adventure
Panitia pelaksana JAT Trail Adventures bersama Komunitas X-Tab, Gabbul Genk, Pengurus IOF Pengda Kendal, Bhabinkamtibmas Polsek Boja, dan Babinsa Koramil Boja di sela-sela pelepasan para offroader di garis Start JAT. (Foto: Heri CS)

“Kami juga senang karena peserta trabas rata-rata puas dan memberikan jempol 4 untuk jalur yang kami buat. Sejak awal, memang kami memiliki spirit, jalur yang kami bikin adalah “Jalur Didikan Para Petarung”,” imbuh bapak dua putri ini.

Dalam kesempatan itu, Al Fatah juga mengucapkan terima kasih kepada komunitas trail dari berbagai daerah, warga Dusun Slamet yang terlibat sejak awal persiapan hingga akhir, Komunitas Jeep Boja, dan warga Dusun Kaligedang Ngareanak Singorojo yang menerjunkan tim evakuasinya.

“Tanpa dukungan banyak pihak, baksos JAT ini, tak akan berjalan lancar dan sukses,” ujar Al Fatah.

“Pasar Tanjakan” Berhadiah

Acara dimulai sekitar pukul 09.00 dengan dipandu duet MC Saptono dan Indie Astajib. Jalur yang dilalui para offroader itu yakni: Start di lapangan karet Dusun Slamet-kali siayam-telogo gentong-kali villa-kawasan tebu-pertigaan sedobol-sebrangan-Kali Bangi-lumpur jahanam-pertigaan sepetek-sucen sonokeling-jalur leng kebo-tanjakan sebelum tlogo susuh-pasar tanjakan telogo susuh-turunan/tanjakan mboleh-turunan wadas-tanjakan pelem-gunung cilik-gunung sarodin-bon putri- dan kawasan kebun merbuh.

Dari jalur-jalur itu yang ditunggu-tunggu peserta juga warga adalah pasar tanjakan. Di pasar tanjakan para peserta menguji kemampuannya untuk menaklukkan berbagai jenis tanjakan yang disediakan panitia. Disediakan hadiah uang pembinaan, tropi, serta kaos dan jaket dari sponsor bagi yang berhasil menakhlukkan tanjakan sesuai dengan kelas masing-masing. Mulai dari kelas build up, local, dan bebek/matic.

Baksos JAT Trail Adventure
Tim warga Dusun Slamet yang menjadi volunteer dalam Baksos JAT Trail Adventure. (Foto: Heri CS)

Para petarung yang berhasil menakhlukkan tanjakan itu yakni: Boy 23 (Semarang), Marvel (Semarang), Zizin (Kudus), Bayu Maxima (Magelang) untuk Kelas Build Up; Hanafi (Ungaran), David (Temanggung), Kalepo (Semarang), Wawan (Kendal), Adit (Weleri), Angga (Sukorejo), Cetol (Mijen) untuk Kelas Lokal; dan Karnadi (Batang), Denis (Kendal), Dika (Temanggung), Rafi (Kendal),dan Agus (Kendal) untuk Kelas Bebek/Matic.

Sementara itu, Kepala Dusun Slamet Ary Dimianto menyatakan berterima kasih kepada komunitas trail khususnya X-TAB dan Gabbul Genk atas kepeduliannya dengan menggelar acara baksos di wilayahnya. Hasil dari baksos ini akan sangat bermanfaat bagi warga,mengingat dusunnya memang belum memiliki kendaraan ambulance desa.

“Saya berharap, daerah-daerah lain juga bisa meniru kegiatan ini. Sehingga, dapat membantu dan saling bekerja sama dalam aksi-aksi sosial yang bermanfaat bagi warga,” ujar Ary.

Tak lupa, Ary juga mengucapkan terima kasih kepada para warga yang terlibat dalam persiapan acara Baksos JAT dari awal hingga akhir. Mulai dari kelompok remaja, orang tua, bapak-bapak dan ibu-ibu. Kegiatan ini memerlukan persiapan panjang, dan energi besar.

“Tanpa bantuan dari mereka yang setiap minggu mengikuti kerja bakti dalam persiapan pembuatan jalur track, tentu acara tak akan berjalan dengan lancar. Juga, bagi ibu-ibu, yang dengan sukarela selama dua hari penuh, menyiapkan konsumsi peserta. Ini sumbansih yang luar biasa dalam gerakan social,” ujarnya.

Melalui Event Off-road Kenalkan Potensi Daerah

JAT Trail Adventure
Ketua Indonesia Off-Road Federation (IOF) Pengcab Kendal, Hasyim Tri Joko yang turut hadir dalam JAT Trail Adventure membawa bendera saat melepas para offroader di lokasi Start Lapangan Karet Dusun Slamet Desa Meteseh. Kegiatan baksos ini diikuti sekitar 700-an offroader dari berbagai komunitas trail daerah di Jawa Tengah. (Foto: Heri CS)

Sementara itu, Ketua Indonesia Off-Road Federation (IOF) Pengcab Kendal Hasyim Tri Joko menyatakan, pihaknya mengapresiasi kepedulian dan solidaritas dari komunitas motor trail yang tinggi. Selama ini, terkesan komunitas trail dan trabas dipandang arogan dan merusak lingkungan.

“Namun, melalui kegiatan baksos ini, hal itu terbantahkan. Mereka justru memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan dan aksi-aksi sosial. Bahkan, hingga mewujudkan sebuah kampung memiliki ambulance dan bisa merenovasi TPQ setempat,” kata Joko di sela-sela acara.

Joko mengungkapkan, saat ini, ada sekitar 1.000 anggota IOF Pengcab Kendal, terdiri dari 4×4 (jeep) dan 2 x1 (trail). IOF berharap, kegiatan-kegiatan offroader yang menggelar adventure expedition kompetisi ataupun non-kompetisi, setidaknya dapat membawa 3 manfaat.

Pertama, dapat menginisisasi gerakan mencintai lingkungan alam. Sebisa mungkin ketika akan membuat jalur meminimalisir kerusakan lingkungan. Untuk itu, semua kegiatan harus mengikuti regulasi dan administrasi Pengda. Sehingga, selalu ada survei kelayakan medan oleh tim dari Pengda. Kedua, menggerakkan ekonomi masyarakat dengan memberdayakan UMKM. Dan, ketiga, mengenalkan potensi daerah.

“Seperti kegiatan JAT ini, ada banyak manfaat yang didapatkan. Ada aksi sosial dan juga memberdayakan pelaku UMKM. Selain itu, tentu saja mengenalkan bahwa di wilayah ini ada kawasan alam yang menarik, khususnya bagi para penyuka trabas. Ini potensi daerah yang bisa dikembangkan,” ujarnya. (her)

Artikel sebelumnyaKredit Sektor Properti Masih Tumbuh Positif di Tengah Pemulihan Ekonomi Setelah Pandemi
Artikel selanjutnyaIni Alasan Pertamax Belum Capai Harga Keekonomian