Direktur Polines Prof Totok: Jadilah Para Pemberani

Wisuda Mahasiswa Polines 2022

Wisuda Polines
Politeknik Negeri Semarang (Polines) menggelar wisuda bagi mahasiswanya pada Sabtu (24/09) lalu di Convention Hall, Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Jl. Gajah Raya, Semarang. (Photo/Istimewa)

Semarang, Idola 92.6 FM – Politeknik Negeri Semarang (Polines) menggelar wisuda bagi mahasiswanya pada Sabtu (24/09) lalu di Convention Hall, Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Jl Gajah Raya Semarang.

Dalam sambutannya, Direktur Polines Prof Dr Totok Prasetyo, B.Eng (Hons), MT, IPU, ASEAN.Eng, ACPE berpesan kepada wisudawan agar menjadi sosok pemberani. “Saya berpesan kepada wisudawan semua, jadilah para pemberani. Untuk itu, lakukan perhitungan dengan cepat terhadap risiko keputusan yang akan kita ambil,” kata Prof Totok dalam sambutannya.

Prof Totok menyampaikan bahwa tidak perlu takut mengambil risiko yang terukur. Menurutnya, hal ini dikarenakan keberhasilan dan kemenangan adalah milik mereka yang berani.

“Setelah semua itu wisudawan laksanakan, serahkan segala sesuatunya kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa, yang dapat mengangkat derajat dan marwah wisudawan ke tempat yang tinggi dan mungkin tidak pernah wisudawan bayangkan sebelumnya,” katanya.

Wisuda Polines
Politeknik Negeri Semarang (Polines) menggelar wisuda bagi mahasiswanya pada Sabtu (24/09) lalu di Convention Hall, Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Jl. Gajah Raya, Semarang. (Photo/Istimewa)

Lebih lanjut, Prof Totok menyebutkan bahwa lulusan perguruan tinggi yang sukses harus mempunyai karakter yang adaptif. “Tak ada yang bersifat tetap di dunia ini. Baik pekerjaan maupun masalah sosial lainnya, semuanya pasti akan berubah dengan sendirinya, tergantung bagaimana kita memperlakukannya,” ucapnya.

Pentingnya karakter adaptif ini menurut Prof Totok, menjadi salah satu kunci dalam mengatasi beragam permasalahan pelik yang akan dihadapi. Pihaknya berharap, dengan lulusnya wisudawan Polines di hari ini, ke depannya mereka akan memanfaatkan kemampuan yang dimiliki.

“Selain apa yang disebutkan sebelumnya, kejujuran; kepercayaan; dan karakter yang kuat sebagai generasi berkarakter diharapkan mampu dimanfaatkan sebaik mungkin,” harapnya.

Prof Totok juga menegaskan di manapun wisudawan Polines melanjutkan jenjang karirnya, mereka hendaknya menjunjung nama baik almamater dengan penuh integritas, komitmen, serta memberikan respon positif bagi kampus demi kebaikan di masa mendatang.

Wisuda Polines
Politeknik Negeri Semarang (Polines) menggelar wisuda bagi mahasiswanya pada Sabtu (24/09) lalu di Convention Hall, Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Jl. Gajah Raya, Semarang. (Photo/Istimewa)

Ia percaya bahwa capaian akademik yang diraih para wisudawan merupakan hasil dari jerih payah, ketekunan dan keuletan, serta dukungan moral dan doa dari keluarga dan kerabat. “Akhirnya, kami mengucapkan sekali lagi selamat kepada para wisudawan yang telah berhasil diwisuda hari ini. Semoga keberhasilan ini menjadi awal dan pintu gerbang bagi keberhasilan besar di masa-masa mendatang,” tandasnya.

Seribu lebih mahasiswa Polines diwisuda

Di sisi lain, Wakil Direktur (Wadir) Bidang Akademik, Dr Samuel Beta menjelaskan bahwa ada sejumlah 1.661 lulusan yang diwisuda pada hari ini. “Tiga orang dari Program Studi Magister Terapan, 453 orang dari Program Studi Sarjana Terapan, dan 125 orang dari Program Studi Diploma III,” jelasnya.

Ada pun dari jumlah tersebut, ada sebanyak 1.230 wisudawan yang lulus dengan predikat pujian Cumlaude. Di antara mereka, ada juga dua mahasiswa yang menjadi lulusan terdisiplin sekaligus terbaik yakni Siti Aisah dari Program Studi Akuntansi Manajerial dengan IPK 3,99 dan Shinta Khoirun Nisa dari Program Studi Manajemen Pemasaran dengan IPK 3,94.

“Yang dimaksud dengan lulusan terdisiplin adalah lulusan yang mempunyai ketidakhadiran tersedikit dan tidak ada unsur alpa, serta memperoleh IPK tertinggi diantara yang ke tidakhadirannya tersedikit selama masa studi,” jelasnya.

Adapun kedua lulusan tersebut berhasil menempuh masa studi dengan jumlah nilai alpa sebanyak 0 jam, izin sejumlah 0 jam, dan sakit yakni 0 jam. (ros/her)

Artikel sebelumnyaMenggeliat, Sektor Pembiayaan Mulai Naik Setelah Pandemi
Artikel selanjutnyaMenghadapi Ancaman Resesi Ekonomi Global, Apa yang Mesti Dilakukan Indonesia?
Editor In Chief Radio Idola Semarang.