Korban PHK Banting Stir Buka Usaha Kaligrafi Justru Jadi Cuan

Ratmono
Ratmono saat membersihkan kaligrafi kuningan buatannya sebelum dipajang ke outlet.

Semarang, Idola 92,6 FM – Sebagai buruh yang terdampak pandemi dan harus di-PHK dari perusahaan, mengantarkannya menjadi perajin kaligrafi kuningan yang sukses. Meskipun usahanya baru dirintis selama delapan bulan, tetapi pasar penjualannya sudah menjangkau luar Pulau Jawa.

Adalah Ratmoko, sejak di-PHK dari perusahaan peternakan itu dirinya langsung membuka usaha kaligrafi kuningan bersama seorang temannya. Hal itu dikatakan saat ditemui di rumahnya di Kebondalem Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang.

Ratmoko menceritakan, pemasaran awalnya melalui media sosial dan dalam sepekan hanya bisa menjual 1-2 buah kaligrafi kuningan. Namun, hal itu tidak membuatnya patah semangat dan terus berusaha.

Hingga akhirnya, usaha kaligrafi kuningan miliknya bernama Al Amin itu mulai menemukan jalan kesuksesan. Lewat program Lapak Ganjar itu, kini penjualan kaligrafi kuningan miliknya mulai mengalami peningkatan.

Menurutnya, sepekan penjualan kaligrafi kuningan bisa mencapai 7-30 buah. Bahkan, saat ini penjualannya sudah sampai ke Kalimantan dan Sumatera serta Nusa Tenggara Timur.

“Kita kan memulai usaha dari kecil, mas. Bahkan, modalnya juga minim padahal usaha kaligrafi ini butuh modal yang besar. Kita sekarang sudah bisa nyetok beberapa barang ada sekitar 50an barang,” kata Ratmoko.

Lebih lanjut Ratmoko menjelaskan, saat ini dirinya mampu membeli sejumlah peralatan produksi. Dan sekarang, dirinya sudah menambah satu karyawan sehingga pengerjaan dilakukan tiga orang.

“Semua proses produksi kita lakukan manual tanpa mesin kecuali pengecatan. Untuk harga ada yang Rp200 ribu sampai Rp3 juta juga ada,” pungkasnya. (bud)

Artikel sebelumnyaGreen Economy Jadi Modal Pembangunan Berkelanjutan Ramah Lingkungan
Artikel selanjutnyaMengenal Pusat Inovasi dan Komersialisasi LPPM UNNES bersama Dr Wandah Wibawanto
Wartawan senior Radio Idola Semarang.