Mengenal Pusat Inovasi dan Komersialisasi LPPM UNNES bersama Dr Wandah Wibawanto

Acara pekan Apresiasi LPPM UNNES 2022
Acara pekan Apresiasi LPPM UNNES 2022 pemberian penghargaan terbaik bagi inovator Unnes. (Photo dok Wandah)

Semarang, Idola 92.6 FM – Universitas Negeri Semarang (UNNES) mempunyai dosen lebih dari 1.000 dosen dan mempunyai mahasiswa lebih dari 50 ribu. Setiap tahun, mereka selalu mengadakan penelitian dan pengabdian, di mana hal itu juga menghasilkan beragam inovasi.

Setiap tahun, lahir puluhan inovasi yang bisa memenuhi kebutuhan pasar atau menjawab masalah-masalah yang ada di sekitar kita. Demikian latar belakang keberadaan Pusat Inovasi dan Komersialisasi LPPM UNNES.

“Nah, di situ, Pusat Inovasi dan Komersialisasi LPPM UNNES ini tugasnya adalah men-database inovasi-inovasi tersebut. Terus kemudian, melihat potensinya, bisa tidak, ini dikomersialkan kepada pabrik atau industri yang membutuhkan atau ke masyarakat sebagai teknologi tepat guna,” kata Dr Wandah Wibawanto SSn MDs , Kepala Pusat Inovasi dan Komersialisasi LPPM UNNES saat diwawancara radio Idola Semarang, Rabu (07/12) lalu.

Cap batik plastik
Cap batik plastik. (Photo dok Wandah)

Setelah masuk dalam database, menurut Dr Wandah, sebagian kita pamerkan di Rumah Inovasi UNNES. Konsep utamanya, adalah kita mendata inovasi-inovasi apa yang bener-bener bisa dikomersialkan atau berguna bagi masyarakat.

Rumah Inovasi UNNES diluncurkan dalam rangkaian kegiatan Dies natalis ke-57 tahun ini. Peluncuran rumah inovasi sekaligus pameran produk inovasi yang telah dihasilkan oleh dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa merupakan bukti nyata buah hasil pemikiran penelitian dan pengabdian sivitas akademika UNNES kepada masyarakat.

Salah satu isi rumah inovasi Unnes
Salah satu isi rumah inovasi Unnes. (Photo dok Wandah)

Dr Wandah yang dulu berprofesi seorang programmer menambahkan, dirinya juga berinovasi membuat aplikasi digital batik (D-Batik). D-Batik merupakan aplikasi pengembangan motif batik secara digital yang memiliki fitur-fitur untuk mempermudah pengrajin batik dalam proses penciptaan motif di android.

“Pada 4 tahun terakhir ini, seringkali digunakan para pelaku di industri batik di Kota Semarang dan Jawa Tengah. Inovasi ini pernah mendapat apresiasi dari Dinas Perindustrian di Kota Semarang,” jelas Dr Wandah yang juga Dosen Desain Komunikasi Visual (DKV) UNNES.

Dr Wandah Wibawanto_c
Dr Wandah Wibawanto SSn MDs, Dosen Desain Komunikasi Visual (DKV) UNNES/Kepala Pusat Inovasi dan Komersialisasi LPPM UNNES. (Photo dok Wandah)

Selengkapnya, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Dr Wandah Wibawanto SSn MDs , Kepala Pusat Inovasi dan Komersialisasi LPPM UNNES dan Dosen Desain Komunikasi Visual (DKV) UNNES. (yes/her)

Simak podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaKorban PHK Banting Stir Buka Usaha Kaligrafi Justru Jadi Cuan
Artikel selanjutnyaMemahami Pro-kontra RUU Kesehatan
Editor In Chief Radio Idola Semarang.