Tim KKN Tematik UNNES Lakukan Pendataan dan Updating Data RTLH di Desa Meteseh Boja Kendal

Tim KKN UNNES
Tim mahasiswa KKN Tematik Universitas Negeri Semarang (UNNES) bekerja sama dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah mendata dan updating data Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), di Desa Meteseh Boja Kendal, Rabu, 19 Maret 2023. (Foto Dok. KKNT UNNES)

Kendal, Idola 92.6 FM – Pada hari Rabu, 19 Maret 2023 tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Negeri Semarang (UNNES) bekerjasama dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah (DISPERAKIM) melakukan pendataan dan updating data Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Anggota tim KKN Tematik UNNES Desa Meteseh, Nabila Akhsani Putri, mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari program wajib yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa KKNT UNNES sesuai arahan dari DISPERAKIM Jawa Tengah. “Tujuannya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat agar lebih sejahtera dengan tersedianya pelayanan rumah layak huni,” kata Nabila, Rabu (12/04).

Pendataan dan updating ini dilakukan di 8 dusun yang ada di Desa Meteseh, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal. Beberapa perangkat desa juga ikut mendampingi mahasiswa dalam melakukan pendataan, terutama kepala dusun masing-masing. Tidak hanya itu, ketua RT dari tiap dusunnya juga ikut mendampingi mahasiswa KKN Tematik dalam melakukan pendataan dan updating data.

Menurut Nabila, updating data masyarakat miskin Basis Data Terpadu (BDT) akan dipergunakan untuk pengurangan kemiskinan. “Harapannya, dapat diperbaharui dan tepat sasaran sehingga masyarakat yang seharusnya berhak memperoleh bantuan dapat mendapatkan akses bantuan dari pemerintah terkait,” ujarnya.

Pada kegiatan ini, mahasiswa KKNT dibagi menjadi 8 tim. Dimana setiap timnya bertanggung jawab untuk mendata 1 Dusun. Apalagi, dusun yang ada di Desa Meteseh ini cukup banyak, antara lain: Dusun Sasak, Dusun Slamet, Dusun Segrumung, Dusun Teseh, Dusun Rowosari, Dusun Krajan Barat, Dusun Krajan Tengah dan Dusun Krajan Timur.

Juga Mendata Kawasan Kumuh

Sementara itu, Herna Wijayanti Windari, anggota lain dari tim KKN Tematik UNNES Desa Meteseh menambahkan, dalam kegiatan ini, selain untuk mendata jumlah RTLH di masing-masing dusun juga untuk mengambil beberapa data terkait aspek dari kriteria kumuh. “Di antaranya: pendataan jamban, septic tank, dan pendataan jumlah keluarga dalam satu rumah,” ujarnya.

Tim KKN UNNES
Tim KKN didampingi perangkat desa saat mengunjungi salah satu lokasi rumah tidak layak huni di Desa Meteseh. (Foto Dok. KKNT UNNES)

Menurut Herna, dari hasil pendataan dan updating data di lapangan, terdapat beberapa kesimpulan yang didapatkan. Pertama, masih terdapat beberapa rumah tidak layak huni yang tidak memiliki sarana dan prasarana yang baik seperti jamban, jendela dan ventilasi. Kedua, masih terdapat beberapa rumah yang memiliki jarak septic tank terlalu dekat dengan jambannya. “Idealnya, jarak anatara septic tank dengan jamban yaitu lebih dari 10 meter,” tuturnya.

Ditambahkan, tujuan dari pendataan dan updating data ini yaitu berupaya untuk mengukur jumlah RTLH dan jumlah kebutuhan rumah bagi masyarakat. “Harapannya dengan ketersedian data ini dapat menjadi acuan untuk perencanaan program-program dalam menentukan rumah yang layak huni bagi masyarakat Desa Meteseh, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal,” tuturnya.

Pemdes Menyambut Baik Program KKN Tematik UNNES

Kepala Desa Meteseh, Sisyanto, menyambut baik program KKN Tematik UNNES. Pemdes Meteseh mendukung kegiatan tersebut karena selaras dengan agenda desa untuk pengentasan rumah tidak layak huni di Desa Meteseh.

Menurut Sisyanto, sebenarnya desa sudah punya data by name by adress warga yang rumahnya tidak layak huni. Data itu masuk di aplikasi Simperum (Simpanan Perumahan). “Karena tercampur dengan data lama, maka harapannya KKN Tematik UNNES bisa ikut membantu memverifikasi ulang dari data tersebut, dengan mengambil foto rumah warga terkini untuk menentukan masih layak menerima program apa tidak,” tutur Sisyanto.

Sementara, Kasi Pemerintahan Pemdes Meteseh, Uswatun Hasanah, menambahkan, berdasarkan data Pemdes yang masuk dalam aplikasi Simperum, terdapat 60-an warga di Desa Meteseh yang masuk kategori RTLH. Mereka tersebar di masing-masing dusun di Desa Meteseh. “Harapannya, mereka bisa segera terentaskan satu per satu,” ujar bu Uswah, panggilan bu Kasi. (her)

Artikel sebelumnyaCegah Kerusakan Lingkungan, Dua Lokasi Tambang Ilegal Ditutup Polda Jateng
Artikel selanjutnyaRamadhan dan Repetisi Magic Power: Menjadi Pribadi Bertakwa