Kualitas Pertalite Disebut Alami Penurunan, Ini Penjelasan Pertamina

Pertalite
Photo/Detik

Semarang, Idola 92,6 FM – Sejak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang ditetapkan awal September 2022 kemarin, banyak dikeluhkan masyarakat terkait BBM jenis Pertalite mengalami penurunan kualitas dan cepat habis. Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah memberikan penjelasan, terkait spesifikasi BBM jenis Pertalite agar masyarakat paham.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah Brasto Galih Nugroho mengatakan BBM jenis Pertalite dengan RON 90, tidak mengalami perubahan spesifikasi. Pernyataan itu dikatakan saat dihubungi lewat sambungan telepon, kemarin.

Brasto menjelaskan, standar mutu BBM jenis Pertalite yang dipasarkan melalui lembaga penyalur resmi Pertamina di Indonesia sudah ada aturannya. Yakni, sesuai dengan keputusan dari Direktorat Jenderal Minyak dan Gas tentang Standar dan Mutu Spesifikasi BBM jenis bensin 90 yang dipasarkan di dalam negeri.

Menurutnya, spesifikasi dari BBM jenis Pertalite sudah jelas dan tidak ada penurunan kualitas.

“Produk Pertalite dengan RON 90 tidak mengalami perubahan spesifikasi. Secara spesifikasi batasan maksimum untuk penguapan atau yang dikenal dengan istilah destilasi, untuk Pertalite adalah 10 persen dibatasi maksimal 74 derajat Celcius. Secara umum produk Pertalite ada di suhu 50 derajat Celcius, artinya pada saat temperatur 50 derajat Celcius Pertalite sudah bisa menguap hingga 10 persen. Semakin tinggi temperatur maka semakin tinggi tinggi tingkat penguapannya,” kata Brasto.

Lebih lanjut Brasto menjelaskan, saat ini uji BBM jenis Pertalite yang disalurkan dari fuel terminal atau terminal BBM masih dalam batasan. Yaitu, di rentang 45-69 Kilo Pascal.

“Pertamina berkomitmen menyalurkan produk BBM berkualitas sesuai spesifikasi. Jadi kami mengimbau, konsumen membeli dari penyalur resmi,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaDinkes Jateng Masih Kebut Vaksin Booster Covid-19
Artikel selanjutnyaBI Sebut Konsumsi Rumah Tangga Sumbang Pertumbuhan Ekonomi Jateng